Surabaya, MEMANGGIL.CO — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dan ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur menggelar Conference and Winner Announcement The 13th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026 di Surabaya.
Penyelenggaraan EJAVEC ke-13 ini mencatat peningkatan partisipasi karya ilmiah hingga 48,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebanyak 559 paper diterima dari peneliti dalam dan luar negeri, seperti Inggris, Australia, dan Taiwan.
Seluruh karya ilmiah disaring oleh dewan juri gabungan dari akademisi, lembaga riset, dan Bank Indonesia.
Enam subtema utama yang dibahas mencakup daya saing industri dan hilirisasi, ketahanan pangan, perdagangan regional, pariwisata, pengembangan UMKM, hingga kesiapan pasar tenaga kerja.
Sebagai bentuk penguatan sinergi kebijakan berbasis data, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menyerahkan Prosiding Finalis EJAVEC 2026 dan Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Triwulan II 2026 kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
"Penyerahan dokumen ini ditujukan sebagai bahan masukan ilmiah bagi perumusan kebijakan pembangunan daerah," kata Ibrahim dalam keterangan resminya, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan, pemahaman kondisi ekonomi di lapangan harus dilengkapi dengan riset akademis yang teruji agar rekomendasi kebijakan yang dihasilkan objektif, terukur, dan tepat sasaran.
"Potensi ekonomi Jawa Timur dinilai perlu terus dioptimalkan lewat peningkatan produktivitas dan pengembangan sumber pertumbuhan baru," ungkap Ibrahim.
Sementara ditempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menambahkan, Jawa Timur memegang peran strategis sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua secara nasional.
"Besarnya kontribusi tersebut menuntut strategi pembangunan yang tanggap terhadap karakteristik wilayah serta dinamika ekonomi global melalui dukungan kajian ilmiah," ujar Emil Dardak.
Selain pengumuman pemenang, rangkaian acara diisi dengan seminar ekonomi. Dekan FEB Unair Prof. Rudi Purwono memaparkan prospek dan pemetaan strategi pertumbuhan ekonomi daerah.
Lebih lanjut, Ekonom Senior CORE Indonesia Hendri Saparini menekankan transformasi struktural berbasis bukti, serta Founder PT Disway National Network Dahlan Iskan mengulas pentingnya komersialisasi hasil riset dan digitalisasi UMKM.
Bank Indonesia Jawa Timur terus memperkuat fungsi advisory kepada pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah yang inklusif dan berkelanjutan.