Blora, MEMANGGIL.CO - Krisis air bersih yang berulang setiap musim kemarau di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali menjadi perhatian. Sebanyak 225 tangki air bersih disalurkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk membantu warga di lima kecamatan yang terdampak kekeringan.
Bantuan tersebut menyasar masyarakat di Kecamatan Jati, Randublatung, Kedungtuban, Cepu, dan Sambong. Penyaluran bantuan diserahkan melalui program kepedulian sosial BRI dan diterima Bupati Blora Arief Rohman atau Gus Arief di Kantor BRI Cabang Cepu, Kamis (22/10/2026).
Di tengah bantuan darurat tersebut, Pemkab Blora menegaskan bahwa persoalan kekeringan tidak cukup ditangani dengan mendistribusikan air bersih setiap musim kemarau. Pemerintah daerah mendorong upaya jangka panjang, termasuk mencari sumber air baru dan membangun embung agar warga tidak terus menghadapi kesulitan air setiap tahun.
“Kekeringan ini memang menjadi pekerjaan rumah bagi kami setiap musim kemarau,” kata Gus Arief.
Menurut Gus Arief, diperlukan kerja sama lintas pihak untuk merumuskan langkah yang mampu menjawab persoalan kekeringan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah, dunia usaha, dan elemen masyarakat diharapkan tidak hanya bergerak saat warga mengalami krisis air, tetapi juga ikut mendorong ketersediaan sumber air untuk masa mendatang.
“Ke depan saya berharap kita dapat merumuskan solusi bersama, mungkin dengan mencari sumber air, membuat embung, atau langkah lainnya yang dapat membantu kita menghadapi bencana kekeringan ini secara bersama-sama,” ujarnya.
Gus Arief mengapresiasi langkah BRI yang menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak. Ia menilai dukungan sektor swasta penting untuk meringankan beban masyarakat, terutama ketika kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari sulit terpenuhi.
“BRI hadir untuk masyarakat. Ketika masyarakat menghadapi kekeringan, BRI juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi tersebut,” kata Gus Arief.
Bupati berharap kolaborasi Pemkab Blora dan BRI tidak berhenti pada penanganan bencana. Sinergi tersebut diharapkan berkembang untuk mendukung aktivitas ekonomi serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti posisi strategis BRI Cabang Cepu yang berada di kawasan timur Kabupaten Blora. Menurutnya, peran perbankan diperlukan untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
“Semoga BRI terus maju dan berkembang serta menjadi mitra kita dalam mendukung perekonomian, khususnya melalui Cabang Cepu yang berada di gerbang paling timur Blora. Semoga kehadiran BRI dapat membawa kemajuan,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan BRI Area Head Pati, Ahmad Muflihin Taiyeb, menjelaskan bahwa bantuan 225 tangki air bersih tersebut ditujukan bagi warga di lima kecamatan yang terdampak kekeringan, yakni Jati, Randublatung, Kedungtuban, Cepu, dan Sambong.
Selain menyalurkan bantuan air bersih yang bertepatan dengan peringatan Hari Santri, BRI juga memberikan paket pendidikan kepada Pondok Pesantren MQ Rohmah Al Falah Cepu, yang diasuh KH Afandi Ibrahim.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga dalam jangka pendek. Namun, dorongan Pemkab Blora untuk mencari sumber air dan membangun embung menjadi pekerjaan lanjutan agar penanganan kekeringan tidak terus bergantung pada distribusi tangki setiap musim kemarau.