Surabaya, MEMANGGIL.CO - Penanganan insiden kebakaran di fasilitas Uninterruptible Power Supply (UPS) dan Network Operations Center (NOC) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berlanjut ke tahap pemulihan.
Direktorat Sistem Informasi (DSI) YPTA Surabaya memastikan data utama institusi tetap aman, meski insiden tersebut berdampak pada jaringan internet dan sejumlah layanan sistem informasi kampus.
Kepulan asap terdeteksi di ruang server Gedung Graha Wiyata lantai 2, Kamis (22/10/2026). Laporan kejadian diterima DSI dari Bagian Gedung dan Landscape pada pukul 09.32 WIB.
Tim DSI tiba di lokasi satu menit setelah laporan diterima. Penanganan awal dilakukan bersama Tim Gedung dan Landscape dengan memutus aliran listrik serta menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Api kemudian berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 10.16 WIB.
Direktur DSI YPTA Surabaya, Eko Halim Santoso, S.Kom., M.Kom., menjelaskan fokus penanganan saat ini beralih ke pemeriksaan aset dan pemulihan layanan.
"Terkait kejadian kebakaran pada fasilitas ruang UPS dan jaringan utama Untag Surabaya, kami dari DSI telah melakukan penanganan dan pemeriksaan terhadap infrastruktur yang terdampak," ujar Eko.
Ia menegaskan, sebagian besar data institusi telah dimigrasikan ke fasilitas data center baru, sehingga keamanan data tetap terjaga.
"Untag Surabaya telah memiliki fasilitas data center baru dan sebagian besar data institusi telah dimigrasikan ke fasilitas tersebut. Hal ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keberlangsungan layanan dan keamanan data universitas," jelasnya.
Meski data aman, kebakaran berdampak pada jaringan utama sehingga akses internet dan sejumlah layanan sistem informasi kampus sempat terhenti. DSI menghentikan sementara layanan sebagai langkah pengamanan.
"Saat ini, tim DSI memprioritaskan pemulihan jaringan internet terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pemulihan aplikasi dan basis data secara bertahap," terang Eko.
DSI menargetkan pemulihan awal jaringan internet dalam waktu 1 x 24 jam.
"Kami berkomitmen melakukan pemulihan secepat mungkin agar seluruh aktivitas akademik dan administrasi kembali berjalan normal," tegasnya.
Pihak kampus memastikan informasi perkembangan pemulihan akan disampaikan secara berkala hingga layanan kembali beroperasi normal.