Surabaya, MEMANGGIL.CO - Di tengah cuaca panas yang melanda Surabaya, civitas akademika Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar ikhtiar langit. 

Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa bersama menggelar salat istisqa di Lapangan Futsal Umsura, Jumat (23/10/2026).

Rektor Umsura, Prof. Mundakir, mengatakan salat istisqa setelah salat Jumat ini bukan hanya untuk Surabaya, tapi juga untuk wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Salat istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan ekspresi keimanan kami sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan," terang Mundakir.

Ia menyebut suhu panas semakin terasa di Surabaya dan sejumlah wilayah Jawa Timur. Hujan diharapkan bisa menyejukkan udara sekaligus membantu penanganan karhutla di Kalimantan, Sumatra, dan daerah lain.

"Di tengah suhu udara yang semakin panas, kita membutuhkan hujan untuk menciptakan kondisi yang lebih sejuk. Selain itu, kita juga melihat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia yang hingga kini masih menjadi persoalan," jelasnya.

Dalam khutbahnya, dosen Umsura Dr. Mahsun Jayadi, M.Ag., mengingatkan makna istisqa yang lebih luas dari sekadar minta hujan saat kekeringan.

"Secara lebih luas, istisqa menjadi bentuk ketergantungan manusia kepada Allah ketika menghadapi persoalan air yang berada di luar kendalinya," ujar Mahsun.

Mahsun mengajak jamaah introspeksi diri dan memperbanyak istighfar. Ia mengutip QS Luqman ayat 34 bahwa pengetahuan tentang turunnya hujan termasuk perkara gaib yang hanya diketahui Allah SWT.

Menurutnya, Rasulullah SAW telah mencontohkan cara memohon hujan melalui salat istisqa di lapangan terbuka, khutbah, dan doa.

Mundakir menegaskan kegiatan ini adalah menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW saat masyarakat membutuhkan air.

"Spiritnya adalah menghidupkan kembali tuntunan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Harapannya, ikhtiar ini menjadi jalan agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat serta lingkungan," pungkasnya.