Rembang, MEMANGGIL.CO - Sebanyak 1.200 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari 43 sekolah dan madrasah di Kabupaten Rembang mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMI Rembang di Lapangan Palapa, Kecamatan Pamotan, 23–25 Oktober 2026. Selain memperebutkan 115 trofi, para peserta juga ditantang menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi pengumpulan beras untuk warga sekitar.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mempertemukan anggota PMR dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Peserta terdiri atas tujuh kontingen tingkat PMR Mula, 22 tingkat PMR Madya, dan 14 tingkat PMR Wira.
Ketua PMI Kabupaten Rembang, dr. Samsul Anwar, mengatakan Jumbara menjadi sarana untuk mengevaluasi pembinaan anggota PMR sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kemanusiaan para pelajar.
“Tujuan utamanya menumbuhkembangkan kepalangmerahan melalui Tri Bhakti PMR, pendidikan sebaya, serta peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap,” ujarnya.
Sejumlah materi dan perlombaan digelar, meliputi kepalangmerahan, pertolongan pertama, remaja sehat peduli sesama, donor darah, kepemimpinan, pendidikan remaja sebaya, serta kesiapsiagaan bencana.
Peserta PMR Wajib Bawa Beras untuk Warga
Salah satu kegiatan yang mewarnai Jumbara PMI Rembang adalah pengumpulan beras dari setiap kontingen. Masing-masing kontingen diminta menyumbangkan minimal lima kilogram beras untuk disalurkan kepada warga sekitar lokasi kegiatan.
Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kepedulian sosial kepada anggota PMR. Peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan dalam perlombaan, tetapi juga menerapkan nilai kemanusiaan melalui tindakan nyata.
Kegiatan turut dimeriahkan pentas seni, pameran stan, dan olahraga bersama yang memberi kesempatan bagi peserta untuk berinteraksi serta mempererat persahabatan antarsekolah.
Wabup Rembang Ingatkan Makna Kemanusiaan
Wakil Bupati Rembang, H.M. Hanies Cholil Barro’, menegaskan Jumbara bukan sekadar arena mengejar prestasi dan trofi. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama.
Ia meminta anggota PMR tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan empati, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Semangat kemanusiaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” tegas Hanies.
Ia mencontohkan kepedulian dapat dimulai dari membantu teman yang membutuhkan, menjaga kebersihan lingkungan, terlibat dalam kegiatan sosial, hingga berpartisipasi dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Hanies juga mengapresiasi PMI, pembina, dan relawan yang terus mendampingi pelajar dalam kegiatan kepalangmerahan. Pemerintah Kabupaten Rembang berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut untuk membangun masyarakat yang sehat, tangguh, dan peduli.
Melalui Jumbara, PMI Rembang berharap pembinaan PMR semakin kuat dan para pelajar mampu membawa nilai kemanusiaan dari lingkungan kegiatan ke sekolah, keluarga, serta masyarakat.