MEMANGGIL.CO – Sebagai upaya mengembalikan fungsi hutan, pesanggem atau petani hutan Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora menggelar aksi menanam seribu pohon.
Para pesanggem yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Mulyo Raharjo Silayang ini menanam pohon keras di kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK) perhutanan sosial.
Baca juga: KAI Daop 4 Semarang Catat Lonjakan Penjualan Tiket KA untuk Mudik Lebaran 2026
"Kami menanam pohon dengan berbagai jenis dalam rangka mengembalikan fungsi hutan. Karena kita ingin menyumbang oksigen kepada dunia," ungkap Ketua KTH Mulyo Raharjo Silayang, Surationo kepada wartawan, Sabtu (11/5/2024).
Aksi penanaman 1000 pohon ini dihadiri oleh Gakum lHK, Perum Perhutani RPH Randublatung, Koramil, Polsek dan Perwakilan Kecamatan Randublatung serta lembaga pendamping KTH dari Perkumpulan Rejo Semut Ireng.
Baca juga: PWI Tuban Lahirkan 125 Duta Literasi SMP, Siap Jadi Ujung Tombak Informasi Positif Sekolah
Koordinator Semut Ireng, Mulgianto menilai perlunya mengembalikan fungsi hutan yang include dalam program KHDPK PS. Menurutnya pohon yang ditanam dapat dirasakan oleh petani hasil buahnya.
"Pada intinya kami Rejo Semut Ireng akan selalu mengawal program KHDPK PS yaitu untuk mengembalikan fungsi hutan pergerakan penanaman pohon keras terutama yang langsung bisa dimanfaatkan petani hasilnya, hutan lestari rakyat sejahtera," jelasnya.
Baca juga: Resmi, Pemerintah Tetapkan 8 Hari Cuti Bersama 2026, Cek Jadwal Lengkapnya
Pihaknya juga telah menginstruksikan kepada seluruh KTH se-Blora untuk melakukan hal yang sama. Yaitu menanam pohon keras terutama buah secara swadaya.
"Kegiatan ini merupakan lanjutan penanaman 100 ribu buah dikawasan perhutanan sosial juga kami mengundang berapa intansi terkait termasuk GAKUM juga ikut dalam kegiatan tersebut. Dari pihak Polsek, DANRAMIL, Kecamatan dan dari pihak RPH Radublatung juga hadir," jelasnya.
Editor : Ma'rifah Nugraha