Kudus, MEMANGGIL.CO - Ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (28/1/2026). Informasi ini disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi SMA Negeri 2 Kudus yang memuat kronologi kejadian secara terbuka kepada masyarakat.

Peristiwa bermula pada Rabu sekitar pukul 11.15 WIB, saat siswa dan guru menerima MBG dengan menu soto ayam lengkap yang terdiri dari nasi, tauge matang, ayam suwir, kuah soto, tempe goreng, sambal kecap, dan buah kelengkeng. Makanan tersebut disuplai dari SPPG Purwosari Kapasan dengan jumlah sekitar 1.276 porsi.

Menurut keterangan sekolah, sebelum dibagikan, makanan terlebih dahulu dicek oleh petugas dan tidak ditemukan masalah, sehingga langsung didistribusikan dan dikonsumsi oleh siswa dan guru.

Namun, gejala mulai dirasakan pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB, berupa diare, mual, muntah, pusing, dan perut mulas. Meski demikian, pada Kamis pagi (29/1/2026) siswa dan guru masih berangkat ke sekolah seperti biasa.

Sekitar pukul 07.30 WIB, banyak siswa mulai izin ke kamar mandi karena mengalami sakit perut dan diare. Kondisi semakin memburuk ketika antrean di kamar mandi semakin panjang dan keluhan yang dirasakan siswa hampir sama.

Pihak sekolah kemudian menghubungi SPPG Purwosari, dan dalam waktu sekitar lima menit tim SPPG langsung datang ke sekolah untuk klarifikasi dan menerima laporan.

Karena jumlah siswa yang sakit cukup banyak, pihak sekolah berinisiatif membawa siswa ke Puskesmas. Namun, Puskesmas Purwosari justru mengirimkan tim kesehatan ke sekolah sekitar pukul 09.00 WIB untuk menangani langsung di lokasi.

Siswa yang tidak mengalami gejala dikumpulkan di musholla untuk diberikan pengarahan dan motivasi, sementara siswa yang sakit diarahkan ke UKS untuk mendapatkan pertolongan pertama berupa obat diare, obat mual, dan oralit.

Situasi kembali memburuk sekitar pukul 09.30 WIB, ketika jumlah siswa yang mengalami gejala bertambah. Beberapa siswa bahkan mengalami muntah hebat, sesak napas, hingga pingsan.

Kondisi ini membuat puluhan ambulans dari berbagai tim kesehatan Kabupaten Kudus, termasuk BPBD, berdatangan mulai pukul 10.00 WIB.

Sebanyak 117 siswa akhirnya dirujuk ke sejumlah rumah sakit, dengan pendampingan dari tim kesehatan dan guru.

Sate Pak Rizki

Sekitar pukul 11.30 WIB, Bupati Kudus Sam’ani, bersama Dandim, Kapolres, dan jajaran terkait turun langsung meninjau lokasi. Sementara itu, siswa yang dinyatakan sehat dipulangkan sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data sekolah, dari total 1.177 siswa dan 98 guru serta tenaga kependidikan, tercatat:

• 521 siswa terdampak

• 24 guru terdampak

• 117 siswa dirujuk ke rumah sakit

• 53 siswa tidak masuk sekolah, satu di antaranya menjalani opname

Saat ini, siswa yang tidak masuk masih dalam proses pelacakan oleh tim kesehatan Kabupaten Kudus.

Pihak sekolah menegaskan bahwa informasi ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan kepada publik dan mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait.