Aceh Timur, MEMANGGIL.CO - Rangkaian kunjungan kemanusiaan Bupati Blora, H. Arief Rohman ke Provinsi Aceh berlanjut. Setelah menyalurkan bantuan bersama PWNU Jawa Tengah, Baznas, dan Korpri Blora, Bupati yang akrab disapa Gus Arief menyempatkan diri bersilaturahmi langsung dengan para transmigran asal Kabupaten Blora yang bermukim di Kampung Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur.
Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan moral dan solidaritas pascabencana banjir yang melanda wilayah Aceh Timur pada akhir 2025 lalu. Sejumlah transmigran asal Blora diketahui turut terdampak banjir dan masih dalam proses pemulihan ekonomi maupun sosial.
Dalam pertemuan yang berlangsung sederhana di rumah warga, Gus Arief berdialog langsung dengan para transmigran yang berasal dari Kabupaten Blora.
"Ada yang asli Seren, Kenduruan, Karangnongko, Dluwangan, dan lain-lain," bebernya.
Gus Arief menyampaikan empati dan dorongan agar para warga tetap kuat serta bangkit menata kembali kehidupan mereka.
“Silaturahmi ini penting agar para transmigran asal Blora tidak merasa sendiri. Kami ingin memastikan bahwa pemerintah daerah asal tetap hadir, memberi perhatian, dan mendoakan agar saudara-saudara kita segera pulih,” kata Gus Arief di sela pertemuan.
Menurutnya, keberadaan warga Blora di Aceh merupakan bagian dari sejarah panjang transmigrasi nasional sejak dekade 1980-an. Karena itu, ikatan emosional dan tanggung jawab moral tetap terjaga, meski jarak memisahkan.
Kunjungan tersebut sekaligus melengkapi agenda kemanusiaan Gus Arief bersama PWNU Jawa Tengah yang sebelumnya menyerahkan bantuan bagi korban banjir Aceh Timur.
Bantuan yang dihimpun dari ASN Blora dan masyarakat melalui Baznas dan Korpri itu ditujukan untuk meringankan beban warga terdampak serta mendukung proses pemulihan pascabencana.
Para transmigran menyambut hangat kehadiran rombongan dari Blora. Mereka mengaku terharu karena masih mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah asal, terlebih setelah menghadapi musibah banjir yang merusak rumah dan lahan usaha.
“Ini menjadi penyemangat bagi kami. Kehadiran Bupati dan rombongan memberi kekuatan moral untuk bangkit kembali,” ujar salah seorang tokoh transmigran setempat.
Gus Arief menegaskan bahwa semangat gotong royong dan persaudaraan lintas daerah harus terus dijaga, sejalan dengan nilai kebangsaan dan visi pembangunan Blora yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan silaturahmi tersebut menutup rangkaian kunjungan kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Blora di Aceh Timur, yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga penguatan solidaritas dan ikatan sosial dengan warga Blora di perantauan.