Terbongkar! Uang Palsu UIN Makassar Lewati 19 Tahap Produksi agar Mirip Asli

Reporter : Ma'rifah Nugraha
Ilustrasi uang (Memanggil.co/BI)

MEMANGGIL.CO - Pantas saja uang palsu yang diproduksi di UIN Makassar tampak sangat mirip dengan uang asli dan berhasil beredar. Ternyata proses pembuatannya melibatkan 19 tahapan yang sangat rinci.

Di balik praktik ilegal ini, seorang operator mesin pembuat uang palsu di lingkungan UIN Makassar, Syahruna, mengungkapkan bagaimana uang palsu tersebut diproduksi dengan tingkat kemiripan yang hampir sempurna.

Baca juga: Blora Masuk TOP 10 IDEA Jateng 2026, Bukti Komitmen Kuat Inovasi Daerah

Menurut pengakuannya, pembuatan uang palsu melibatkan 19 tahapan produksi, yang semuanya harus dilaksanakan dengan sempurna untuk menghasilkan uang palsu berkualitas tinggi.

“Jika salah satu tahapan gagal, hasilnya cacat dan tidak dapat digunakan,” ujar Syahruna.

Ia menjelaskan bahwa proses produksi dimulai dengan pencetakan benang pengaman dan tanda air menggunakan mesin sablon. Kemudian dilanjutkan dengan pencetakan fitur UV dan magnetik agar uang palsu dapat lolos dari alat pendeteksi.

“Tahapan penting termasuk cetak UV dan magnetik agar uang terlihat asli saat diperiksa oleh mesin deteksi uang,” tambahnya.

Baca juga: Demi Skala Prioritas, Bupati Tuban Tunda Megaproyek Museum dan Art Space Rp39,9 Miliar

Pada awal percobaan, kelompok Syahruna mencetak satu rim (500 lembar) uang palsu dengan nominal total Rp100 juta. Namun, seiring waktu, jumlah produksi meningkat hingga mencapai Rp200 juta sekali cetak.

Proses produksi dilakukan di lantai satu gedung perpustakaan, sementara bahan-bahan seperti kertas khusus dan tinta disimpan di lantai dua.

Syahruna mengungkap bahwa semua bahan untuk pembuatan uang palsu, termasuk kertas dan tinta khusus, didatangkan langsung dari Tiongkok.

Baca juga: Istri Pengasuh Tebuireng Raih Gelar Doktor Unair, Angkat Qonun Asasi NU sebagai Landasan Pendidikan

“Kami pesan semua bahan dari China,” ungkapnya.

Selain Syahruna, terdapat sejumlah pelaku lain dengan peran berbeda dalam jaringan ini. Mereka memiliki tugas spesifik dalam produksi dan distribusi uang palsu. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh jaringan dan modus operandi mereka.

Kini, pabrik uang palsu tersebut telah dibongkar. Namun pengakuan Syahruna menambah daftar panjang kejahatan yang memanfaatkan institusi pendidikan sebagai kedok. Ia mengaku menyesal, terutama setelah tergiur janji-janji hadiah dari bosnya berupa tanah dan rumah.

Editor : Ma'rifah Nugraha

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru