Surabaya, MEMANGGIL.CO – Suasana sidang ujian doktor terbuka di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. pada Selasa (30/6/2026) berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebangsaan.
Salah satu promovendus, Hj. Lelly Lailiyah Noviyanti, istri Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz, berhasil meraih gelar doktor.
Lelly menempuh Program Studi Hukum dan Pembangunan dengan disertasi berjudul Qonun Asasi Nahdlatul Ulama sebagai Landasan Politik Hukum Pendidikan.
Dalam penelitiannya, ia menyoroti pentingnya nilai-nilai yang diwariskan para muassis NU untuk menjadi rujukan pengembangan hukum dan pendidikan nasional.
"Nilai-nilai yang diajarkan para muassis Nahdlatul Ulama masih sangat relevan untuk menjadi pedoman dalam pengembangan hukum dan pendidikan di Indonesia. Saya berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi kontribusi bagi kemajuan bangsa," terang Lelly usai sidang.
Sidang terbuka ini terasa istimewa karena menghadirkan Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, sebagai salah satu penyanggah.
Ia menilai tema disertasi sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini, khususnya menjelang Muktamar NU.
"Qonun Asasi mengajarkan pentingnya persatuan umat dan keteladanan para kiai. Nilai-nilai itu penting untuk terus dijadikan pedoman, termasuk menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama," jelas Irfan Yusuf.
Hadir pula sejumlah guru besar Unair dan para kiai yang menambah kekhidmatan prosesi akademik tersebut.
Bagi Lelly, Qonun Asasi bukan hanya dokumen historis, melainkan pijakan hidup berorganisasi, bermasyarakat, dan berbangsa.
Sidang ini menjadi ruang refleksi untuk menghidupkan kembali semangat dasar yang dirumuskan para pendiri NU.
Dengan disertasinya, Lelly berharap gagasan para muassis dapat kembali menjadi kompas dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang berkarakter, berkeadilan, dan mengakar pada nilai-nilai keindonesiaan.