Blora, MEMANGGIL.CO - Kesuksesan Mural Competition tingkat nasional di Mapolres Blora ternyata berawal dari sebuah kegiatan sederhana di tingkat kecamatan.
Sebelum menghadirkan puluhan seniman dari berbagai kota, Polsek Jepon lebih dahulu menggelar lomba mural bagi pelajar SMP dan SMA sederajat di wilayah Kecamatan Jepon dalam rangka Hari Bhayangkara.
Kapolsek Jepon IPTU H.M. Junaidi mengatakan, sambutan positif dari kegiatan tersebut mendorong pihaknya untuk meningkatkan skala kompetisi pada tahun ini.
"Sebelumnya dalam rangka Hari Bhayangkara juga kita menyelenggarakan mural tingkat kecamatan. Pesertanya SMP dan SMA sederajat, lokasinya di Mapolsek Jepon," katanya saat diwawancarai awak media di Mapolres Blora, Selasa (30/6/2026).
Keputusan itu ternyata mendapat respons luar biasa dari komunitas mural.
Pada kompetisi tingkat nasional yang digelar selama dua hari di Mapolres Blora, tercatat 22 peserta ambil bagian. Sebanyak 17 peserta berasal dari luar Kabupaten Blora, sedangkan lima lainnya merupakan seniman lokal.
"Untuk saat ini pesertanya ada 22 peserta. Ada 17 dari luar kota, yang lima dari lokal Blora," ungkap IPTU Junaidi.
Para peserta datang dari berbagai daerah untuk menampilkan karya terbaik mereka sesuai tema "Jaga Kamtibmas, Mulai dari Diri Kita".
Setelah melalui proses penilaian, Subki Mural Art asal Magelang dinobatkan sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Shief Art dari Salatiga, juara ketiga Dani Setyawang asal Semarang, sedangkan Hariyono dari Surabaya terpilih sebagai juara favorit.
Bagi IPTU H.M. Junaidi, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa seni mural dapat menjadi jembatan kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat.
"Dengan adanya mural ini, kita menggandeng dari komunitas seni. Kita sama-sama menjaga kamtibmas khususnya di wilayah Polres Blora agar semua berperan sebagai polisi mulai dari kita," ujarnya.
Ia berharap keberhasilan penyelenggaraan pertama ini menjadi fondasi untuk penyelenggaraan yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.
"Kita sama-sama bersama masyarakat menjadi polisi. Jadi semua masyarakat jadi polisi diri sendiri, sehingga dengan budaya menjadi polisi untuk diri sendiri, menjaga minimal diri sendiri dan juga lingkungannya," pungkasnya.