Jakarta, MEMANGGIL.CO - Kabar gembira bagi para guru madrasah di seluruh Indonesia!
Kementerian Agama resmi membuka seleksi administrasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Angkatan IV Tahun 2025. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan mutu pendidikan madrasah di Indonesia.
Baca juga: Rencana Trump Libatkan RI, Indonesia Siapkan Ribuan Pasukan ke Gaza
Seleksi dibuka mulai Kamis, 6 November hingga Selasa, 11 November 2025, dengan pengumuman hasil seleksi pada Senin, 17 November 2025. Proses ini dilakukan secara daring melalui sistem EMIS GTK dan portal resmi PPG Kemenag.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Fesal Musaad, menjelaskan bahwa program PPG Dalam Jabatan merupakan bagian dari upaya strategis Kemenag untuk memastikan seluruh guru madrasah memiliki sertifikat pendidik dan kemampuan profesional yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Syarat dan Ketentuan, Guru yang berhak mengikuti seleksi ini wajib memenuhi sejumlah ketentuan, di antaranya:
Terdaftar aktif di EMIS GTK pada semester berjalan memiliki TMT pengangkatan paling lambat 30 Juni 2023, sudah melakukan verifikasi dan validasi ijazah, memiliki kualifikasi akademik minimal S1/D-IV sesuai dengan mata pelajaran PPG yang diikuti, tidak sedang mengikuti PPG Dalam Jabatan di tempat lain, dan belum memiliki sertifikat pendidik.
Proses seleksi meliputi:
Baca juga: Sekolah Garuda Buka Lowongan Guru SMA, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
1. Pendaftaran Online: 6–11 November 2025
2. Verifikasi dan Validasi Data oleh Admin Kabupaten/Provinsi: 6–13 November 2025
3. Perbaikan Ajuan bagi Peserta Ditolak: 6–12 November 2025
Baca juga: Lawan Gugatan Rp 500 Miliar, Danielle Eks NewJeans 'Invasi' Medsos China, Sinyal Karier Global?
4. Pengumuman Hasil Seleksi: 17 November 2025
5. Penauthan Email Google untuk Peserta Mapel Umum: 17–19 November 2025
Melalui seleksi ini, Kemenag berharap lahir lebih banyak guru madrasah yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pendidikan era digital. Program ini juga menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan nasional berbasis nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif.
Editor : B. Wibowo