Blora, MEMANGGIL.CO — Di sebuah siang yang tenang di ruang kerja Bupati Blora, percakapan hangat mengalir tanpa sekat. Tak ada jarak kaku antara pejabat daerah dan para pemuda yang datang membawa semangat baru.
Di ruangan itulah, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Blora memulai langkah awalnya, yakni membangun jembatan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora.
Silaturahmi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PC IMM Blora yang baru, Muhammad Haydar Ammar. Meski kepengurusan baru belum resmi dilantik, Haydar bersama jajaran pengurus memilih untuk bergerak lebih awal. Bagi mereka, komunikasi tak perlu menunggu seremoni.
“Ini adalah langkah awal sebelum pelantikan. Kami ingin membangun komunikasi yang baik sejak awal kepengurusan, agar ke depan IMM dan Pemkab Blora dapat berjalan beriringan dalam membangun daerah,” ujar Haydar dengan penuh keyakinan.
Bagi IMM, silaturahmi bukan sekadar tradisi. Ia adalah pintu masuk untuk memperkuat peran kader sebagai agen perubahan.
Haydar menegaskan bahwa IMM Blora berkomitmen untuk tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan daerah. Organisasi kader itu ingin hadir dengan gagasan progresif, diskusi yang sehat, dan aksi nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, generasi muda memiliki energi dan idealisme yang harus diarahkan pada kontribusi konkret. IMM, kata dia, siap mendorong kader-kadernya mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan sosial, pendidikan, hingga pembangunan sumber daya manusia di Blora.
Gayung pun bersambut. Bupati Blora, Arief Rohman menyambut hangat kehadiran PC IMM Blora. Ia mengapresiasi inisiatif para mahasiswa yang memilih membangun komunikasi sejak dini. Dalam pandangannya, pemuda adalah elemen penting dalam denyut pembangunan daerah.
“Energi, ide, dan semangat pembaruan dari generasi muda sangat dibutuhkan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” kira-kira itulah pesan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. Dialog yang terjalin bukan sekadar basa-basi formal.
Pertemuan itu menjadi ruang bertukar pikiran dan menyamakan visi tentang arah pembangunan Blora ke depan. Di sana, gagasan bertemu pengalaman. Idealitas berdialog dengan realitas.
Bagi PC IMM Blora, momen tersebut menjadi penegasan bahwa gerakan mahasiswa tak boleh berhenti pada kritik. Ia harus bertransformasi menjadi kolaborasi.
Merawat nilai, menguatkan gerakan, sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Silaturahmi itu mungkin berlangsung dalam ruang kerja yang sederhana. Namun dari ruangan itulah, sebuah komitmen bersama mulai dirajut bahwa pembangunan Blora bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja kolektif seluruh elemen, termasuk generasi mudanya.
Langkah awal telah diayunkan. Kini, harapannya, komunikasi yang telah terbangun dapat tumbuh menjadi kolaborasi nyata yang tak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar terasa manfaatnya bagi Kabupaten Blora.