Blora, MEMANGGIL.CO - Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Embung Nglaroh, Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026) sore.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah dilakukan proses pencarian dan evakuasi oleh tim gabungan.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, Agung Tri, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 15.50 WIB terkait adanya seorang anak yang tenggelam di embung tersebut.
“Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kejadian orang tenggelam di Embung Ngloroh, Desa Balong, Kecamatan Jepon, sekitar pukul 15.50 WIB, tim TRC BPBD Blora langsung meluncur ke lokasi untuk melaksanakan evakuasi,” ujar Agung Tri saat dikonfirmasi Memanggil.co.
Dalam proses evakuasi, korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan. Namun, saat diangkat dari dalam air, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” tegas Agung Tri.
Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Blora, korban diketahui bernama Ahmad Habib Syaifudin, berusia 10 tahun, berstatus sebagai pelajar. Korban merupakan warga RT 03 RW 01 Desa Seso, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Upaya yang kami lakukan yakni melaksanakan evakuasi dan membawa korban ke rumah duka, serta berkoordinasi dengan lintas sektor terkait untuk rencana tindak lanjut,” jelas Agung Tri.
Dalam penanganan kejadian tersebut, BPBD Blora tidak bekerja sendiri. Sejumlah unsur terlibat dalam operasi evakuasi di lokasi kejadian.
“Tim gabungan yang berada di lokasi terdiri dari TRC BPBD Blora, Kamboja Rescue, SAR PAM, serta Tagana Blora,” tambahnya.
BPBD Blora menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut dan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar lokasi perairan seperti embung, sungai, dan kolam yang berpotensi membahayakan.
“Kejadian ini menjadi pengingat bersama bahwa kawasan perairan memiliki risiko tinggi, terlebih bagi anak-anak. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memastikan anak-anak tidak bermain di area berbahaya tanpa pengawasan,” imbau Agung Tri.
Hingga laporan ini disusun, situasi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan kondusif. BPBD Blora memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan serta respons cepat dalam penanganan kejadian darurat di wilayah Kabupaten Blora.