Awas Penipuan Berkedok Pejabat Blora! Pastikan Transfer Hanya ke Rekening dengan Nama yang Sama

Reporter : Redaksi
Tangkapan layar nomor palsu mengatasnamakan pejabat Blora tim 11 bentukan Bupati Arief Rohman. (Foto: Dok. Joko Handoyo/Memanggil.co)

Blora, MEMANGGIL.CO - Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap modus penipuan yang menggunakan nomor telepon atau WhatsApp palsu.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh pejabat Blora yang kesehariannya mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Blora, Joko Handoyo.

Baca juga: Aspirasi 2026 Hilang, Wakil Ketua DPRD Blora Ungkap Arahan Penting dari Menkeu Purbaya

"Awas nomor palsu," ujar Joko, panggilannya dikutip dari keterangan tertulisnya yang disiarkan ke publik, Senin (17/11/2025).

Tim 11 bentukan Bupati Blora ini menyampaikan, salah satu langkah penting untuk menghindari penipuan yang bisa menyasar kepada siapa saja.

"Kalau mau transfer ke rekening nama yang sama saja, jangan berbeda," ungkapnya.

Dijelaskan lebih gamblang bahwa untuk memastikan nama pemilik rekening tujuan transfer harus sama persis dengan nama yang diberikan pihak resmi.

Baca juga: Persikaba Bangkit: Seleksi Terbuka Liga 4 PSSI Jateng Dimulai, Bupati Blora Turun Langsung ke Lapangan

Jika terdapat perbedaan nama, atau data rekening, segera batalkan transaksi dan lakukan konfirmasi ulang kepada pihak terkait. Jangan pernah melakukan transfer apabila ada kejanggalan sekecil apa pun.

Tetap berhati-hati dan selalu lakukan verifikasi sebelum mengirimkan dana.

Mencet File APK

Baca juga: ‎Mengenal Lebih Dekat Manajer Persikaba Blora, M. Imfroni, Pemimpin Baru dengan Ambisi Kebangkitan

Sebelumnya, awak media ini juga sempat beberapa kali mendapati pesan WhatsApp penipuan dari nomor salah satu Anggota Polres Blora dan kontraktor Blora. Nomor mereka minta dana transferan.

Setelah ditelusuri lebih lanjut dan ditanyakan kepada pihak terkait, nomor mereka ternyata kena hack karena mencet file APK undangan yang kerap masuk ke pesan WhatsApp.

Hingga berita ini diturunkan, sepanjang sejarahnya belum pernah ada yang terungkap di Blora. Padahal, kasus ini masif terjadi dan bisa menyasar kepada siapa saja para pengguna nomor selular.

Editor : Ahmad Adirin

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru