Surabaya,MEMANGGIL.CO –Minimnya pembangunan fisik di wilayah Tambaksari Gang II menjadi sorotan Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Drs. H. Buchori Imron. Temuan tersebut mencuat saat politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menggelar kegiatan serap aspirasi (Reses) Tahun Anggaran 2026, Rabu malam, 11 Februari 2026.
Dalam pertemuan bersama warga, terungkap fakta yang cukup memprihatinkan. Warga mengklaim wilayah mereka belum pernah tersentuh program pembangunan jalan maupun perbaikan saluran sejak era kepemimpinan wali kota sebelumnya. Kondisi ini memicu keluhan, terutama terkait infrastruktur dasar yang dinilai belum optimal.
Menanggapi hal itu, Buchori mengingatkan bahwa anggaran pembangunan Kota Surabaya sejatinya sangat besar. Namun, distribusinya sangat bergantung pada keaktifan masyarakat dalam mengajukan usulan, baik melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun melalui jalur pokok pikiran (Pokir) anggota dewan.
“Program pemerintah itu banyak sekali, anggarannya besar. Tapi kalau warga tidak pernah mengusulkan, lalu orang lain yang dapat pembangunan lantas kita marah, ya tidak boleh begitu. Kita harus proaktif,” ujar Buchori kepada Memanggil.co usai kegiatan reses.
Ia menekankan pentingnya partisipasi warga dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, pembangunan tidak bisa berjalan maksimal jika masyarakat hanya menunggu tanpa mengusulkan kebutuhan wilayahnya secara resmi.
Buchori juga mengajak warga untuk berhenti saling menyalahkan, baik kepada pengurus RT/RW maupun pemerintah daerah. Ia menilai pembangunan kota tidak bisa ditopang oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kesadaran bersama.
“Ini bukan soal siapa yang salah. Pembangunan itu kerja bersama. Harus ada komunikasi, saling mengingatkan, dan keberanian untuk menyampaikan kebutuhan,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Buchori menyebut turun langsung ke masyarakat adalah mandat undang-undang yang dibiayai negara. Ia mengaku memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.
“Kalau saya tidak turun, itu dosa. Saya tidak hanya takut pada audit pemerintah, tapi lebih takut kepada Sang Pencipta. Sudah diatur undang-undang, dibiayai pemerintah kota, kalau tidak turun itu kebangetan,” imbuhnya.
Ia pun berkomitmen mengawal berbagai usulan warga Tambaksari Gang II yang selama ini terkesan macet agar dapat segera direalisasikan Pemerintah Kota Surabaya, tanpa memandang latar belakang pilihan politik masyarakat.
Di sisi lain, Ketua RW 01 Kelurahan Ploso, Yoseph Sangagalangi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Buchori. Ia mengakui wilayahnya memang jarang mendapatkan kunjungan formal anggota legislatif terkait pembangunan infrastruktur.
“Kami bangga karena beliau mau turun langsung. Selama ini ada kesan daerah kami tidak didatangi. Kami berharap melalui pengawalan Pak Buchori, penyempurnaan infrastruktur di wilayah kami seperti saluran dan paving bisa segera tuntas,” ujar Yoseph.
Editor : Abdul Rohman