Takjil Aman: Pemkab Rembang Pastikan Kuliner Kampung Ramadan 2026 Bebas Zat Berbahaya

Reporter : Miftachussolichin
Petugas dari Dinas Kesehatan Rembang dan Puskesmas setempat tengah menguji kandungan zat di dalam sejumlah makanan.

Rembang, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memastikan seluruh jajanan dan kuliner yang dijual di Kampung Ramadan 2026 aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Kepastian itu diberikan setelah tim gabungan melakukan pemeriksaan langsung terhadap kandungan zat pada sejumlah makanan yang dijajakan para pelaku usaha.

Pengawasan dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop) bersama Dinas Kesehatan serta tim Puskesmas. Sasaran utama pengecekan adalah stan-stan yang menyediakan makanan olahan dan aneka takjil yang setiap sore ramai diburu warga.

Kepala Dindagkop Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya preventif untuk melindungi konsumen sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berburu menu berbuka puasa.

“Hari ini kami dari tim Indagkop dan DKK dibantu teman-teman Puskesmas memantau langsung kondisi keamanan pangan di Kampung Ramadan, terutama di spot-spot yang menyediakan makanan olahan,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengambil sejumlah sampel makanan untuk diuji. Pengujian meliputi kandungan bahan pengawet, pewarna, hingga aspek sanitasi dan higienitas pengolahan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh produk yang dijual benar-benar memenuhi standar kesehatan.
Beberapa jenis makanan yang diambil sampelnya antara lain usus ayam, bubur, sop, tahu, mutiara, serta aneka makanan olahan lainnya. Dari hasil pemeriksaan, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan zat berbahaya.

“Alhamdulillah hasilnya memenuhi syarat kesehatan. Tidak ditemukan bahan atau zat berbahaya maupun pengawet yang dilarang,” jelas Mahfudz.

Meski demikian, Pemkab Rembang menegaskan bahwa pengawasan tidak berhenti sampai di sini.

Pemeriksaan akan terus dilakukan secara berkala selama Kampung Ramadan berlangsung. Jika di kemudian hari ditemukan bahan berbahaya atau potensi hazard, petugas akan menelusuri bahan dasar yang digunakan serta memberikan pembinaan kepada pelaku UMKM.

Pemkab berharap kesadaran para pedagang untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan semakin meningkat.

Dengan demikian, Kampung Ramadan bukan hanya menjadi pusat perputaran ekonomi yang menggeliat selama bulan suci, tetapi juga menghadirkan sajian kuliner yang sehat, higienis, dan menenangkan hati masyarakat yang berbuka puasa.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru