Surabaya, MEMANGGIL.CO - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya mencatat sebanyak 44.017 orang jemaah haji telah menjalani Pemeriksaan Kesehatan Tahap 3 (Pemkes 3) di Poliklinik Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 44.002 jamaah dinyatakan layak terbang. Sementara 14 jamaah dinyatakan tidak layak terbang dan satu jamaah meninggal dunia di embarkasi.
Kepala BBKK Surabaya dr. Rosidi Roslan, SKM, SH, MPH, MH, mengatakan bahwa seluruh pelayanan kesehatan dilakukan untuk memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan sehat.
"Jumlah jamaah batal berangkat tercatat sebanyak 17 orang, terdiri dari 14 jamaah tidak layak terbang, satu jamaah meninggal dunia, satu jamaah mengundurkan diri setelah menjalani perawatan rumah sakit karena merasa tidak mampu melanjutkan perjalanan, serta satu jamaah batal karena alasan administratif," terang Rosidi, Kamis (21/05/2026).
Pada pemeriksaan kehamilan, sebanyak 11.776 jamaah perempuan menjalani skrining. Hasilnya, 11.767 dinyatakan negatif dan sembilan jamaah dinyatakan positif hamil.
Dari sembilan jamaah hamil tersebut, tujuh orang tetap diberangkatkan karena hasil USG menunjukkan usia kehamilan masih memenuhi syarat penerbangan.
"Sedangkan dua jamaah batal berangkat karena kondisi kehamilan berisiko tinggi. Kelompok jamaah risiko tinggi (risti) tahun ini mencapai 77,36 persen," ujar Rosidi.
Tiga penyakit terbanyak pada kelompok risti masih didominasi hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterol.
Selain pemeriksaan kesehatan, pelayanan medis di poliklinik asrama haji juga cukup tinggi. Jumlah kunjungan poliklinik mencapai 1.457 orang.
Empat kasus terbanyak yang ditangani yakni hipertensi sebanyak 723 kasus, anemia 104 kasus, diabetes melitus 84 kasus, dan diare 60 kasus.
Sementara itu, jumlah jamaah yang dirujuk ke rumah sakit mencapai 129 orang, terdiri dari 91 rawat jalan dan 38 rawat inap.
"Hingga Kamis (21/05/2026) satu jamaah masih menjalani rawat inap dan batal berangkat. Pada layanan kesehatan Mecca Route, petugas juga melakukan penanganan terhadap 20 jamaah dengan keluhan kesehatan seperti diabetes melitus, anemia, nyeri lambung, dan keluhan kesehatan lainnya," jelasnya.
Untuk angka kematian, tercatat satu jamaah wafat di daerah asal Kabupaten Gresik. Jemaah haji dari Kloter 43 ini wafat akibat cardiogenic shock atau syok jantung berat.
Sementara jumlah jamaah wafat di Arab Saudi tercatat sebanyak 13 orang. Selain pelayanan medis, pengawasan sanitasi dan keamanan pangan di Asrama Haji Surabaya juga berjalan baik.
Sanitasi lingkungan asrama, catering asrama, dan catering pesawat dinyatakan memenuhi standar kesehatan, dengan catering pesawat mendapat penilaian sangat baik.
Rosidi juga mengimbau jamaah untuk tetap menjaga kondisi kesehatan selama berada di tanah suci, disiplin mengonsumsi obat rutin, menjaga pola makan, cukup istirahat, dan tidak memaksakan aktivitas fisik berlebihan.
“Semoga Jamaah Haji khususnya yang dari Embarkasi Surabaya ibadahnya lancar, dan sehat. Kami tunggu di tanah air pulang dengan selamat dan menjadi haji dan hajjah yang mabrur, aamiin," pungkas Rosidi.
Sementara itu, hingga berakhirnya penyelenggaraan operasional Haji 2026, pelayanan kesehatan jamaah haji Embarkasi Surabaya tahun 2026 berjalan lancar.
Dan sebanyak 116 kloter jamaah haji Embarkasi surabaya telah masuk dan dilayani di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Editor : B. Wibowo