Tuban, MEMANGGIL.CO – Malam di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, kini kembali tampak biasa. Kendaraan melintas seperti tak pernah terjadi apa-apa.
Aktivitas proyek pembangunan Sekolah Rakyat juga terus berjalan. Namun di titik yang sama, sebuah peristiwa masih menyisakan tanda tanya besar yang belum terjawab.
Sudah lebih dari sepekan sejak M. Iqbal Firmansyah (29), driver ojek online asal Tuban, meregang nyawa usai mengalami kecelakaan di depan pintu masuk proyek tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti peristiwa itu belum benar-benar terungkap.
Korban diketahui meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal pada Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 23.55 WIB.
Saat itu, Iqbal melintas di depan proyek pembangunan Sekolah Rakyat bernilai lebih dari Rp200 miliar yang bersumber dari APBN dan dikerjakan PT Waskita Karya.
Sepeda motor bernopol S 2408 EX yang dikendarainya diduga kehilangan kendali setelah melewati gundukan aspal bekas saluran air di area proyek. Dalam hitungan detik, motor itu terjatuh, dan nyawanya tidak tertolong.
Peristiwa itu kemudian tidak berhenti sebagai kecelakaan lalu lintas biasa. Ia berkembang menjadi perhatian publik, memunculkan pertanyaan tentang standar keselamatan proyek dan dugaan kelalaian di lapangan.
Di ruang penyidikan, polisi masih bekerja. Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian telah diamankan sebagai salah satu barang bukti penting.
Selain itu, sedikitnya lima saksi telah dimintai keterangan, termasuk pihak pelaksana proyek dan rekanan pekerjaan.
“Kita sudah memeriksa lima saksi yang ada di TKP. Saat ini masih tahap penyelidikan dan masih meminta keterangan saksi-saksi,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistyono, Rabu (20/5/2026).
Namun hingga kini, kepolisian belum berani menarik kesimpulan akhir. Apakah insiden tersebut murni kecelakaan tunggal, atau terdapat unsur kelalaian yang ikut berperan, masih menjadi bagian dari pendalaman.
“Mengarahnya bisa ke sana, tapi masih mengumpulkan keterangan saksi,” tegasnya.
Menurutnya, rekaman CCTV yang telah diamankan pun belum dibuka ke publik. Polisi menyebut keputusan itu diambil untuk menjaga kondisi psikologis keluarga korban.
“CCTV sudah ada, tapi untuk internal penyelidikan dan tidak dibuka untuk umum. Khawatir kalau disebarkan justru membuat keluarga korban trauma,” ungkap IPTU Eko.
Selain saksi dari pihak proyek, polisi juga telah meminta keterangan dari pemilik warung yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, yang diduga mengetahui detik-detik insiden tersebut.
Di sisi lain, polisi juga menyoroti aspek keselamatan di area proyek. Menurut IPTU Eko, pemasangan rambu peringatan seharusnya menjadi bagian penting dalam pekerjaan konstruksi jalan.
“Paling tidak lima meter sebelum lokasi sudah ada rambu-rambu peringatan kalau ada galian, perbaikan, atau proyek, sehingga masyarakat mengetahui ada pekerjaan di depan,” jelasnya.
Suara Pemkab Tuban
Di luar proses hukum yang masih berjalan, pemerintah daerah menyebut penanganan pascakejadian telah dilakukan secara kekeluargaan. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban, Arif Handoyo, mengatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan pihak proyek agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pemkab selalu koordinasi dengan pihak proyek untuk ke depannya agar tidak terjadi lagi,” ungkapnya.
Korwil Pembangunan Sekolah Rakyat Bungkam
Namun hingga kini, pihak Koordinator Wilayah (Korwil) pembangunan Sekolah Rakyat Tuban, Agus Saputra, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan.
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, suara lain justru datang dari komunitas ojol Tuban. Beberapa hari setelah kejadian, puluhan driver ojek online mendatangi lokasi kecelakaan.
Mereka menggelar doa bersama, menyalakan lilin, dan tabur bunga di dua titik yakni lokasi awal kecelakaan dan titik korban menghembuskan napas terakhir.
Bagi mereka, peristiwa itu bukan sekadar kecelakaan lalu lintas.
Mereka menilai ada dugaan kelalaian di baliknya, terutama terkait minimnya rambu peringatan di area proyek yang dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Lebih lanjut, kini sepekan lebih telah berlalu. Polisi masih menyusun potongan-potongan fakta.
Keluarga masih menunggu jawaban. Dan publik menanti satu hal yang sama yakni keberanian untuk membuka terang apa yang sebenarnya terjadi di balik kematian seorang driver ojol di depan proyek yang masih terus berdiri itu.