Nyaris Tembus 100 Titik, Dapur SPPG Penyokong MBG Menjamur di Seluruh Penjuru Blora

Reporter : Teguh Arianto
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini Selaku Ketua Satgas Sidak di Salah satu SPPG di Blora. (Foto: Dok. Teguh/Memanggil.co)

Blora, MEMANGGIL.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terus berkembang pesat seiring banyaknya pihak yang tertarik alias berbondong-bondong buka usaha dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan dokumen Master Data SPPG Kabupaten Blora yang dikutip pada Kamis  (4/6/2026), jumlah dapur penyokong program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut tercatat telah mencapai 90 titik yang tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten.

Dokumen yang mencantumkan nama terang Koordinator Wilayah Kabupaten Blora, Artika Diannita, M.Pd., M.Han., itu menunjukkan pembangunan dan operasional SPPG dilakukan secara bertahap sejak awal 2025 hingga Maret 2026.

Jika seluruh titik tersebut beroperasi penuh, maka Kabupaten Blora menjadi salah satu daerah dengan jumlah dapur MBG terbanyak di Jawa Tengah.

Dalam dokumen tersebut, dapur pertama yang tercatat beroperasi adalah SPPG Khusus Kabupaten Blora pada 13 Januari 2025 di bawah naungan Yayasan Gema Mustika Insani. Selanjutnya, pada Februari 2025 mulai bermunculan sejumlah dapur baru seperti SPPG Karangjati 1, SPPG Cepu 1, SPPG Cepu 2, dan SPPG Kedungjaten 1.

Perkembangannya semakin masif memasuki Agustus hingga Oktober 2025. Puluhan dapur baru bermunculan di berbagai kecamatan seperti Ngawen, Kunduran, Jepon, Tunjungan, Randublatung, Bogorejo, Kradenan, Kedungtuban hingga Jiken.

Dalam daftar tersebut, beberapa kecamatan bahkan memiliki lebih dari satu dapur. Kecamatan Cepu misalnya tercatat memiliki sedikitnya empat titik, yakni SPPG Cepu 1, SPPG Cepu 2, SPPG Nglanjuk Cepu 3, dan SPPG Wonorejo Cepu 4.

Kecamatan Ngawen juga menjadi salah satu wilayah dengan jumlah dapur terbanyak. Dalam dokumen tercantum SPPG Ngawen 1, Ngawen 2, Ngawen 3, dan Ngawen 4 yang tersebar di sejumlah desa.

Sementara Kecamatan Jepon memiliki beberapa titik strategis seperti SPPG Turirejo Jepon 1, SPPG Seso Jepon 1, SPPG Tempellemahbang Jepon, dan SPPG Polres Jepon. Tak hanya wilayah perkotaan, dapur MBG juga menjangkau desa-desa yang selama ini menjadi sentra pertanian maupun kawasan pedesaan.

Beberapa di antaranya berada di Klopoduwur Banjarjo, Pilang Randublatung, Cokrowati Todanan, Wulung Randublatung, Kediren Randublatung, Ketileng Todanan, Kapuan, Muraharjo, Kunden, hingga Ketuwan.

Dokumen tersebut juga menunjukkan banyaknya yayasan yang terlibat sebagai pengelola dapur MBG.

Beberapa nama yang tercantum antara lain Gema Mustika Insani, Fatimah Az Zahra, AS Sanusiyah, Darus Salam Desa Kemiri, Putra Jawa Bangun Negara, Tri Boga Nusantara, Pitulikur Peduli Bangsa, Kemala Bhayangkari, Anak Sritu Alfarizi, hingga PC Muhammadiyah.

Sebaran yayasan yang cukup banyak itu menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG di Kabupaten Blora tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga organisasi masyarakat, yayasan sosial, hingga lembaga pendidikan.

Berdasarkan data tersebut, pengembangan dapur MBG masih terus berjalan. Beberapa titik tambahan bahkan sudah masuk daftar meski belum tercantum tanggal operasional secara rinci.

Di antaranya SPPG Jati Gibusan 1, SPPG Jati, SPPG Sambiroto, SPPG Muraharjo, SPPG Ngawen, SPPG Japah, SPPG Jepangrejo, SPPG Ketuwan, SPPG Kunden, dan SPPG Tempelan 2.

Masifnya pembangunan dapur MBG ini menjadi gambaran besarnya target pemerintah dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Blora.

Namun, seiring bertambahnya jumlah dapur, tantangan yang muncul juga tidak sedikit. Mulai dari kesiapan sumber daya manusia, kualitas bahan baku, standar kebersihan, distribusi makanan, hingga sistem pengawasan agar seluruh dapur dapat beroperasi sesuai ketentuan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya dapur yang berdiri. Yang paling penting adalah bagaimana puluhan dapur tersebut mampu menghadirkan makanan bergizi, sehat, aman, dan tepat sasaran bagi para penerima manfaat setiap hari.

Dengan jumlah yang kini mencapai 90 titik, Kabupaten Blora tengah bersiap menjadi salah satu episentrum pelaksanaan Program MBG di Jawa Tengah.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru