Solusi Ramah Lingkungan: ITS Manfaatkan Bakteri untuk Bersihkan Pencemaran Minyak

Reporter : Saputra
Prof Ipung Fitri Purwanti ST MT PhD saat menjelaskan mengenai bioremediasi bakteri sebagai metode pemulihan lingkungan yang tercemar. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO – Pencemaran tanah, air, dan udara masih menjadi tantangan serius. Menjawab persoalan itu, Guru Besar ke-249 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Ipung Fitri Purwanti, ST., MT., Ph.D., mengembangkan teknologi bioremediasi berbasis bakteri.

Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS ini, telah lebih dari dua dekade meneliti pemulihan lingkungan menggunakan mikroorganisme, baik bakteri tunggal maupun yang bersimbiosis dengan tanaman.

"Proses ini lebih efektif karena memanfaatkan mikroorganisme yang telah beradaptasi dengan lingkungan tercemar," jelas Ipung, Senin (20/07/2026). 

Dalam risetnya, ia mengisolasi bakteri dari lokasi tercemar lalu mengembangkannya di laboratorium. Beberapa jenis bakteri yang digunakan antara lain Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus gallinarum. 

Temuan menarik adalah Staphylococcus gallinarum yang diisolasi dari tanah tercemar limbah kerosin hasil pengolahan aspal. 

Bakteri ini memiliki kemampuan resistensi dan degradasi lebih baik. Ipung juga menguji metode konsorsium bakteri. 

"Hasilnya, kombinasi tidak selalu lebih baik dari bakteri tunggal, tergantung sinergi antar mikroorganisme," ujar Ipung.

Teknologi ini sudah diuji di laboratorium dan lapangan, termasuk kawasan kilang minyak di Sumatera, dan terbukti menurunkan kadar hidrokarbon. 

"Saya berharap bioremediasi ini juga bisa diterapkan untuk pencemar anorganik seperti logam berat," kata Ipung. 

Inovasi ini mendukung SDGs poin 6, 13, dan 15 tentang air bersih, perubahan iklim, dan ekosistem daratan. 

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru