Rembang, MEMANGGIL.CO - Spekulasi mengenai hubungan Bupati Rembang Harno dan Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin menjadi perhatian di tengah sejumlah dinamika pemerintahan daerah.
Kabar mengenai hubungan keduanya yang disebut tidak lagi harmonis muncul ketika Fahrudin tengah menghadapi evaluasi masa jabatan setelah lima tahun menduduki posisi Sekda. Pada saat bersamaan, proses perencanaan dan pembahasan anggaran daerah juga tengah berlangsung.
Namun, spekulasi tersebut langsung dibantah Fahrudin. Ia memastikan hubungan kerja dengan Bupati Harno tidak mengalami keretakan.
"Sebenarnya tidak ada kerenggangan," kata Fahrudin saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (8/9/2026).
Fahrudin menjelaskan evaluasi terhadap dirinya merupakan bagian dari kewajiban Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Pejabat pimpinan tinggi pratama memang harus menjalani evaluasi secara berkala.
"Evaluasi ini kan pelaksanaan kewajiban dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk mengevaluasi Pejabat Tinggi Pratama (JPT) eselon II yang memang wajib dievaluasi secara berkala. Saya tidak ada masalah karena itu kewajiban beliau," ujarnya.
Ia mengakui belakangan dirinya dan Bupati Harno tidak terlalu sering terlihat bersama. Namun, kondisi itu menurut Fahrudin lebih disebabkan oleh kesibukan masing-masing dalam menjalankan tugas.
"Saya mau persiapan evaluasi, beliaunya mempersiapkan pelaksanaan APBD," jelasnya.
Ia meminta jarangnya pertemuan tersebut tidak langsung ditafsirkan sebagai keretakan hubungan.
Lebih lanjut, Fahrudin memastikan aktivitas pemerintahan tetap berlangsung.
"Jarang ketemu itu hal yang wajar karena masing-masing punya kegiatan. Tapi dinamika internal birokrasi tetap solid dan berjalan," tandasnya.