Blora, MEMANGGIL.CO – Kepolisian Resor (Polres) Blora terus mendalami kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, penyidik Satreskrim Polres Blora telah memeriksa enam orang saksi.
Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, mengatakan para saksi yang dimintai keterangan berasal dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti Ngawen dan pihak sekolah.
"Dari SPPG kita panggil kepala dapur, mitra, asisten lapangan (Aslap) SPPG, dan ahli gizi. Dari pihak sekolah kita panggil kepala sekolah serta koordinator program MBG," ujar AKP Zaenul, Senin (20/7/2026).
Selain memeriksa saksi, penyidik juga mendalami laporan mengenai adanya susu kemasan yang diduga meledak sebelum dikonsumsi para siswa. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya ompreng berisi sisa makanan dan sampel susu kemasan yang didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Menurut AKP Zaenul, sampel susu tersebut akan diuji di laboratorium untuk memastikan apakah layak dikonsumsi atau tidak. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah pada produk, penyelidikan akan diperluas hingga ke pihak pemasok (supplier).
"Kami juga akan memanggil sekolah-sekolah lain yang menerima distribusi makanan dari SPPG Bogowanti serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Blora terkait kondisi medis para korban yang menjalani penanganan di UGD," tambahnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora turut melakukan inspeksi langsung ke SPPG Bogowanti. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari gudang penyimpanan, alur distribusi bahan makanan, kondisi tempat makan (ompreng), hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Kepala Subkoordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkes Blora, Tutik Rahayu, menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab keracunan sebelum hasil uji laboratorium keluar.
"Kita tidak bisa langsung menyimpulkan penyebabnya dari susu. Yang diperiksa adalah sampel makanan yang disajikan hari ini, sehingga harus menunggu hasil laboratorium," jelas Tutik.
Dalam inspeksi tersebut, petugas Dinkes juga menemukan kejanggalan pada ompreng yang dikembalikan dari sekolah. Sejumlah wadah makanan tampak sangat bersih tanpa menyisakan makanan sedikit pun.
Menanggapi temuan itu, sopir yang bertugas mengambil ompreng membantah adanya makanan yang dibuang. Ia menjelaskan bahwa makanan telah dikonsumsi oleh para siswa, sedangkan sebagian susu ditarik kembali oleh pihak sekolah karena diduga bermasalah.
Lebih lanjut, sampai saat ini penyelidikan yang dilakukan Polres Blora dan pemeriksaan sampel makanan oleh Dinas Kesehatan masih terus berlangsung. Aparat masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden yang menyebabkan sejumlah siswa mengalami mual, muntah, dan sakit perut usai menyantap menu MBG.
Editor : Abdul Rohman