Grobogan, MEMANGGIL.CO — Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mugiwara yang berbasis di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, berhasil merintis inovasi pengelolaan limbah dengan mengubah sampah organik menjadi pupuk cair.
Ketua KSM Mugiwara, Hasan Nurulloh, membagikan proses pembuatannya pada Senin (20/7/2026). Ia menegaskan bahwa bahan baku yang dapat dimanfaatkan khusus untuk jenis limbah basah atau organik.
"Bahan yang bisa digunakan hanya sampah organik, contohnya sisa nasi, sisa sayuran, hingga limbah dari industri makanan seperti sisa roti," terang Hasan.
Ia mengatakan, cara pembuatannya, sampah organik basah dicampur dengan bekatul, gula jawa, tetes tebu, air secukupnya, serta penambahan cairan dekomposer (EM4). Seluruh adonan dimasukkan ke dalam wadah drum berukuran sedang.
Bahan diperam dan diaduk secara berkala, yaitu satu hingga dua kali dalam sepekan.
Setelah proses awal selesai, sisa-sisa padatan organik yang tidak terurai diangkat dari wadah. Pupuk cair didiamkan hingga siap digunakan setelah melewati masa pemprosesan minimal tiga bulan.
Meski berhasil, Hasan mengaku produksi saat ini masih sangat terbatas akibat terkendala besarnya biaya operasional. Saat ini, mereka baru memiliki sampel dua drum pupuk cair yang tersimpan di fasilitas pengolahan sampah desa dan belum sempat dimanfaatkan maupun dipasarkan.
"Belum kami gunakan. Jika ingin dijual secara komersial, prosedurnya cukup rumit karena harus memenuhi berbagai standar dan regulasi dari pemerintah," jelasnya.
Di sisi lain, Humas KSM Mugiwara, Budi Santoso, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Tanjungrejo, Rasiman, atas komitmennya terhadap kelestarian lingkungan hingga KSM ini berhasil dibentuk.
Budi menilai keberadaan tempat pengolahan sampah sangat krusial, terlebih Desa Tanjungrejo merupakan kawasan industri yang menjadi rumah bagi pabrik berskala besar seperti PT Pungkook dengan belasan ribu tenaga kerja.
"Hadirnya pabrik dan masih maraknya kebiasaan warga membuang sampah sembarangan membuat pengelolaan limbah jadi sangat penting. Bersama KSM Mugiwara, penanganan sampah kini jauh lebih terarah sehingga lingkungan jadi lebih bersih dan kesehatan warga pun terjaga," ungkap Budi.
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat dan juga berharap inisiatif positif ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.
Editor : Abdul Rohman