Sabet Best Delegate di Temu AdMI 2026, UNAIR Tawarkan Solusi PV-Green Roof untuk Pedagang Pasar

Reporter : Saputra
Tim Unair yang terdiri dari Vaneza Ika Artamevia, Mada Ariane Pudjanadi, dan Amanda Naila Majida berprestasi di Temu AdMI 2026. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Suhu tinggi di pasar tradisional tidak hanya soal tidak nyaman. Bagi pedagang informal, panas memengaruhi kualitas dagangan hingga minat pembeli. 

Melihat persoalan itu, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (FISIP UNAIR) menawarkan solusi Green Productive Market (GPM).

Gagasan tersebut mengantarkan tim UNAIR meraih empat prestasi di Temu AdMI 2026. 

Tim yang terdiri dari Vaneza Ika Artamevia, Mada Ariane Pudjanadi, dan Amanda Naila Majida, meraih Juara 1 Policy Brief, Juara 1 Makalah Penelitian, Juara 1 Presentasi Makalah, dan Best Delegate.

Penelitian dilakukan di empat pasar Surabaya, yakni Keputran Utara, Kayoon, Gembong Tebasan, dan Kapasan. Hasilnya, panas mempercepat sayur layu dan memudarkan warna pakaian.

Solusi yang ditawarkan adalah PV-Green Roof. Atap hijau dikombinasikan dengan panel surya untuk menurunkan suhu dan menghasilkan energi terbarukan. 

“Penerapan ini membantu meningkatkan kualitas udara serta mengurangi limpasan air hujan yang berpotensi menyebabkan banjir,” jelas ketua tim Vaneza Ika Artamevia, Jumat (14/08/2026). 

Tim juga mengusulkan atap hijau ekstensif yang ringan agar sesuai dengan struktur pasar. Di sisi kebijakan, GPM mendorong pasar tradisional masuk sebagai kawasan prioritas adaptasi panas di Surabaya. 

“Penetapan pasar sebagai kawasan prioritas dapat membantu pemerintah mengarahkan program penghijauan dan mitigasi panas secara lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Model ini mengajak pemerintah, pengelola, pedagang, akademisi, dan swasta duduk bersama. 

"Tujuannya melindungi pedagang, menjaga kualitas produk, dan mendukung ekonomi lokal yang berkelanjutan," pungkasnya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru