Dukung Indonesia Emas 2045, Unesa Terjunkan Tenaga Pendamping Pembelajaran di Kupang dan Tidore

Reporter : Adji
Unesa dorong pemerataan pendidikan berbasis program SNT. (humas Unesa/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO  — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyiagakan dan mendampingi Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) dalam program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).  

Upaya tersebut  untuk mendorong pemerataan pendidikan bermutu di wilayah dengan tantangan geografis, khususnya di Kabupaten Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan Kota Tidore Kepulauan (Maluku Utara). 

Kupang dan Tidore Kepulauan menjadi bagian dari 17 lokasi penyelenggaraan SNT secara nasional.  

Pada tahap awal, program fokus pada jenjang SMP dan SMA dengan masing-masing dua rombongan belajar. 

Ketua Tim Program SNT LPTK Unesa, Mochamad Nursalim, mengatakan,  kesiapan TPP menjadi prioritas utama. Para pendamping disleksi secara ketat berdasarkan kompetensi bidang studi, kemampuan komunikasi, kolaborasi, hingga kesiapan beradaptasi di lokasi penempatan. 

"Para TPP bertugas mendukung proses pembelajaran, membantu sekolah mengembangkan inovasi, memanfaatkan teknologi pendidikan, serta membangun komunikasi dengan seluruh unsur sekolah," kata Nursalim dalam keterangan resminya, Kamis, 27 Agustus 2026. 

Anggota Tim Seleksi TPP, Yes Matheos Lasarus Malaikosa, memastikan seluruh tenaga pendamping yang lolos telah memenuhi kualifikasi secara objektif dan dinilai layak menjalankan tugas di daerah sasaran. 

Sementara itu, Koordinator Pendampingan SNT Kabupaten Kupang, Andi Kristanto, menambahkan,  SNT mengusung pola baru yang mengintegrasikan penguatan sarana-prasarana, peningkatan kualitas SDM, dan inovasi pembelajaran.  

"Pola terpadu ini dirancang sejalan dengan prioritas pemerintah untuk memberikan dampak pemerataan mutu pendidikan secara berkelanjutan," kata Andi. 

Hasil monitoring di Kupang dan Tidore Kepulauan menunjukkan respons positif dari TPP, guru, maupun siswa.  

Koordinator Monitoring SNT Kabupaten Kupang, Kartika Rinakit Adhe, menyampaikan seluruh TPP telah menyelesaikan pelatihan serta mendampingi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai jadwal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. 

"Dengan penguatan budaya belajar dan penyediaan akses pendidikan berkualitas di daerah penuh tantangan, program SNT diharapkan dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) poin ke-4 sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru