Tren Fashion Lawas Kembali Hidup, Kunci Ada di Nostalgia dan Keberlanjutan

Reporter : Saputra
Ketua Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya), Hany Mustikasari, M.Ds.(Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO – Tren berpakaian lawas kembali naik daun. Mulai dari motif polkadot, mode Y2K, sepatu balet, atasan renda klasik, rok balon, hingga pakaian berlapis, kini banyak dipakai lagi oleh anak muda.

Fenomena ini dijelaskan Hany Mustikasari, M.Ds., Ketua Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) lewat teori siklus fashion (fashion cycle theory).

"Di dalam dunia fashion, kami mengenal teori siklus fashion yang menjelaskan bagaimana setiap tren memiliki fase tersendiri. Tahapannya dimulai dari kemunculan, dikenalkan kepada masyarakat, populer di puncak, mulai surut, hingga tren tersebut dilupakan oleh masyarakat," jelas Hany, Jumat (04/09/2026). 

Menurut Hany, dalam siklus normal sebuah tren butuh waktu 15 hingga 30 tahun untuk kembali populer. 

"Kembalinya sebuah tren biasanya dipicu oleh rasa rindu atau nostalgia dari orang-orang yang sempat merasakan titik populernya sebuah tren fashion tertentu di masa lalu. Di waktu yang bersamaan, generasi yang lebih muda memiliki rasa penasaran karena tidak sempat mengalami tren tersebut," ungkapnya.

Ketika industri membaca situasi itu, produk dengan gaya lama mulai diproduksi ulang dengan sentuhan baru.

Hany menyebut kembalinya tren lama juga bisa jadi peluang menggaungkan keberlanjutan. Ada istilah refashioned, yaitu memodifikasi produk fashion lama agar relevan kembali.

"Salah satu praktiknya adalah penggunaan kembali produk fashion dari masa lalu dengan beberapa penyesuaian atau penambahan aksesoris. Dengan demikian, kita dapat memperpanjang masa pakainya sekaligus mengurangi limbah fashion," terangnya.

Agar tren lama bisa hidup kembali, ada 4 syarat:

1. Memenuhi standar estetika masa kini
2. Model, warna, dan bahan disesuaikan dengan selera pasar
3. Bahan dan cara pembuatan disubstitusi dengan teknologi sekarang
4. Modifikasi perawatan agar lebih praktis sesuai gaya hidup modern

"Karena beberapa tren masa lalu aslinya memiliki prosedur penggunaan dan perawatan yang cukup kompleks, harus dilakukan modifikasi agar dapat memenuhi gaya hidup manusia yang cenderung lebih praktis," terang Hany.

Hany menekankan pendidikan fashion harus melahirkan desainer yang tak hanya jago mendesain, tapi juga bisa membaca tren, menciptakan bahan ramah lingkungan, dan memahami selera pasar.

"Berbagai ilmu dan kemampuan tersebut dihadirkan oleh Program Desain Fashion dan Produk Lifestyle Ubaya bagi para mahasiswa. Lulusan kami juga harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap keberlanjutan dunia melalui karya fashion," pungkasnya.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru