Gubernur Khofifah Turun Langsung Pastikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pasuruan

Reporter : Saputra
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa turun langsung memberikan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan.

Surabaya, MEMANGGIL.CO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung memastikan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyalurkan bantuan berupa 45 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter dan 500 jeriken berkapasitas 15 liter. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 19.837 jiwa atau 6.556 keluarga yang tersebar di empat kecamatan.

“Bantuan Provinsi Jawa Timur untuk Kabupaten Pasuruan 45 unit tandon dengan kapasitas 1.200 liter dan 500 unit jeriken berkapasitas 15 liter,” ujar Khofifah, Rabu (9/9/2026).

Empat wilayah yang menjadi sasaran bantuan yakni Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan.

Di Kecamatan Lumbang, kekeringan berdampak terhadap 8.966 jiwa atau 2.923 keluarga. Kemudian Kecamatan Pasrepan sebanyak 7.675 jiwa atau 2.603 keluarga, Winongan 1.443 jiwa atau 481 keluarga, serta Kejayan 1.743 jiwa atau 549 keluarga.

Khusus di Kecamatan Lumbang, BPBD Kabupaten Pasuruan turut memperkuat penanganan dengan mendistribusikan air bersih menggunakan tiga unit truk tangki berkapasitas masing-masing 6.000 liter, tiga tandon berkapasitas 1.200 liter, serta 50 jeriken.

Khofifah mengatakan penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan agar distribusi air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Selain air bersih, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan sembako di sejumlah titik terdampak.

Hingga 5 September 2026, sebanyak 20 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menerima dropping air bersih. Wilayah tersebut antara lain Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, hingga Pacitan.

Penanganan kekeringan tersebut dilakukan dalam kerangka Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla berdasarkan SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 yang berlaku selama 133 hari untuk 38 kabupaten/kota.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 kabupaten telah menetapkan status darurat kekeringan.

Tak hanya mengandalkan distribusi air bersih, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah lain untuk menghadapi kondisi kekeringan, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Awan sudah mulai masuk di beberapa titik. Jika potensial, maka akan dilakukan OMC agar ada hujan yang bisa diakses dari awan yang sedang bergerak. Kami standby karena sangat mungkin di atas tanggal 6 September ada awan yang bergerak ke daratan,” terang Khofifah.

Khofifah juga mengajak masyarakat serta para tokoh agama di Kabupaten Pasuruan untuk melakukan salat istisqa sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi kemarau panjang.

“Pasuruan termasuk kota maupun kabupaten religius, saya berharap seluruh masyarakat dan tokoh-tokoh agama melakukan salat istisqa untuk meminta hujan supaya ikhtiar kita dikabulkan Allah,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim dalam penanganan kekeringan di wilayahnya. Ia menyebut terdapat delapan desa yang setiap musim kemarau kerap mengalami kekurangan air.

“Sudah minta tolong Gubernur Jawa Timur, insyaallah bantuan dari Provinsi supaya delapan desa tidak lagi kekurangan air di saat musim kemarau,” ungkap Rusdi.

Bantuan air bersih tersebut turut dirasakan manfaatnya oleh warga. Firtria (35), warga Lumbang, mengatakan sebelumnya ia harus mengeluarkan biaya hingga Rp150 ribu untuk membeli air.

“Senang sekali dan sangat bermanfaat bagi kami untuk minum, masak dan kebutuhan lainnya. Sedangkan uang yang biasa untuk membeli air bisa digunakan lain seperti anak sekolah,” ucapnya.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru