UNAIR Berduka, Dosen dan Sosok Aktivis 98 Sekaligus Intelektual Demokrasi, Airlangga Pribadi Berpulang

Reporter : Saputra
Almarhum Airlangga Pribadi Kusman, SIP MSi PhD. (Dok UNAIR/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO – Keluarga besar Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya berduka. Salah satu dosen terbaiknya, Airlangga Pribadi Kusman, SIP MSi PhD, berpulang pada Rabu (09/09/2026) di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. 

Almarhum yang akrab disapa Mas Angga menjabat sebagai dosen sekaligus Ketua Program Studi S2 Ilmu Politik FISIP UNAIR. 

Ia berada di Jakarta untuk persiapan diskusi dan peluncuran buku terbarunya Marhenisme Dalil Baru Untuk Gen Z yang dijadwalkan Kamis (10/09/2026).

Rektor UNAIR Prof Muhammad Madyan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya salah satu dosen terbaik yang dimiliki UNAIR. 

"Angga adalah termasuk dosen yang berdedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas sebagai dosen di Universitas Airlangga," ujar Rektor. 

Lahir di Jombang, 23 November 1976, Airlangga dikenal sebagai akademisi yang tajam dan konsisten membedah dinamika politik Indonesia. 

Pandangannya sering menjadi rujukan di media nasional, forum ilmiah, dan diskusi publik.

Ia meraih gelar doktor Doctor of Philosophy in Politics dari Murdoch University, Australia pada 2016. 

Sekembalinya ke tanah air, ia mencurahkan kepakarannya di Departemen Politik FISIP UNAIR.

Sebagai bagian dari generasi aktivis 1998, semangat kritisnya terus ia bawa ke dunia akademik. 

Ia juga pernah dipercaya menjadi anggota Tim Seleksi KPU-Bawaslu RI dan staf ahli di Kementerian Desa dan Transmigrasi. 

Jejak intelektual Airlangga terekam dalam sejumlah buku. Di antaranya The Vortex of Power: Intellectuals and Politics in Indonesia’s Post-Authoritarian Era yang diterbitkan Palgrave Macmillan pada 2019, dan Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan ala Indonesia terbit 2022.

Hingga akhir hayatnya, ia masih aktif meneliti dan menulis tentang perkembangan politik Indonesia pasca Orde Baru, relasi intelektual dengan kekuasaan, serta ideologi pembebasan.

"Kepergian Airlangga Pribadi Kusman bukan hanya kehilangan bagi UNAIR, melainkan juga bagi panggung intelektual Indonesia. Pemikiran, karya ilmiah, dan semangat kritis yang ia wariskan akan terus menjadi penerang bagi generasi setelahnya," demikian pernyataan resmi civitas akademika UNAIR.

Jenazah almarhum dibawa ke rumah duka di Villa Inti Persada Blok D3 Nomor 4, Pamulang, Tangerang Selatan.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru