Jakarta, MEMANGGIL.CO - Shio dan zodiak sama-sama populer digunakan untuk membaca karakter maupun peruntungan seseorang berdasarkan waktu kelahiran, tetapi keduanya berasal dari tradisi dan sistem penanggalan yang berbeda.
Karena sama-sama memiliki 12 simbol, shio dan zodiak kerap dianggap sebagai dua istilah untuk hal yang sama. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, terdapat sejumlah perbedaan mulai dari dasar perhitungan, simbol yang digunakan, siklus waktu hingga elemen yang menyertainya.
Shio berasal dari tradisi Tionghoa dan menggunakan 12 hewan sebagai simbol dalam siklus tahunan. Sementara zodiak Barat menggunakan 12 tanda yang berkaitan dengan pembagian lingkaran zodiak dalam tradisi astrologi Barat.
1. Dasar penentuan berbeda
Perbedaan paling mudah terlihat terletak pada cara menentukan tanda seseorang.
Dalam sistem zodiak Barat, tanda seseorang umumnya ditentukan berdasarkan tanggal dan bulan kelahiran. Karena itu, seseorang yang lahir pada periode tertentu akan masuk ke salah satu dari 12 zodiak, seperti Aries, Taurus, Gemini hingga Pisces.
Sementara shio terutama ditentukan berdasarkan tahun kelahiran dalam siklus 12 tahunan. Setiap tahun memiliki simbol hewan tertentu yang berulang dalam siklus tersebut.
2. Simbol yang digunakan tidak sama
Zodiak Barat memiliki 12 simbol yang terdiri dari Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces.
Shio juga memiliki 12 simbol, tetapi seluruhnya menggunakan nama hewan, yakni Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi.
Kesamaan jumlah simbol inilah yang sering membuat keduanya dianggap serupa, meski sistem klasifikasinya berbeda.
3. Siklus waktunya berbeda
Zodiak Barat bergerak dalam siklus tahunan yang dibagi menjadi sejumlah periode berdasarkan posisi Matahari dalam sistem astrologi Barat.
Sebaliknya, shio menggunakan siklus 12 tahun. Setelah seluruh rangkaian 12 hewan selesai, siklus tersebut kembali berulang.
Artinya, seseorang dapat memiliki shio yang sama dengan orang yang lahir 12, 24 atau 36 tahun setelahnya, meskipun tanda zodiaknya bisa berbeda karena tanggal dan bulan kelahiran mereka tidak sama.
4. Latar budaya dan sejarahnya berbeda
Shio memiliki akar yang kuat dalam tradisi Tionghoa dan berkaitan dengan sistem penanggalan serta kebudayaan Tiongkok.
Sementara zodiak berkembang dalam tradisi astrologi Barat yang berkaitan dengan pengamatan terhadap posisi benda langit dan pembagian lingkaran zodiak menjadi 12 tanda. Simbol-simbol zodiak Barat juga banyak berkaitan dengan tradisi mitologi dunia kuno.
Dengan demikian, shio dan zodiak tidak lahir dari satu tradisi yang sama.
5. Cara membaca karakter juga memiliki pendekatan berbeda
Dalam astrologi populer, shio sering dikaitkan dengan karakter seseorang berdasarkan hewan yang mewakili tahun kelahirannya.
Zodiak Barat lebih banyak mengaitkan karakter dengan tanda yang ditentukan berdasarkan periode kelahiran dalam siklus tahunannya.
Dalam tradisi astrologi Tionghoa sendiri, pembacaan seseorang juga dapat melibatkan unsur lain selain shio tahunan, sehingga tidak selalu berhenti pada satu simbol hewan saja.
6. Unsur yang digunakan tidak sama
Perbedaan lain terletak pada elemen yang digunakan dalam masing-masing sistem.
Astrologi Tionghoa mengenal lima unsur yang populer disebut Kayu, Api, Tanah, Logam dan Air. Kombinasi unsur dan siklus shio kemudian digunakan dalam berbagai bentuk penafsiran tradisional.
Sementara astrologi Barat mengenal empat elemen, yakni Api, Tanah, Udara dan Air, yang masing-masing dikaitkan dengan kelompok zodiak tertentu.
Karena itu, dua orang yang memiliki simbol berbeda dapat berada dalam kelompok elemen tertentu menurut sistem yang digunakan.
7. Penggunaannya dalam budaya juga berbeda
Shio tidak hanya dikenal sebagai sistem pembacaan karakter atau peruntungan. Dalam budaya Tionghoa, shio juga melekat dengan berbagai tradisi, termasuk perayaan Tahun Baru Imlek dan berbagai kepercayaan mengenai pergantian tahun.
Sementara zodiak Barat lebih populer digunakan dalam horoskop harian, mingguan, bulanan maupun pembacaan karakter berdasarkan tanda kelahiran.
Meski demikian, keduanya sama-sama merupakan bagian dari tradisi astrologi dan kepercayaan budaya, bukan metode ilmiah untuk memastikan karakter atau masa depan seseorang.
Dengan memahami perbedaan tersebut, istilah shio dan zodiak tidak lagi mudah tertukar. Keduanya memang sama-sama memiliki 12 simbol dan kerap digunakan untuk membaca karakter maupun peruntungan, tetapi memiliki latar budaya, sistem penanggalan dan cara pengelompokan yang berbeda.
Editor : Redaksi