Unesa Sabet Penghargaan Tim Inspiratif Kemenko PM Berkat Program Pemberdayaan Desa Binaan

Reporter : Adji
Unesa raih penghargaan Kemenko PM. (Unesa/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meraih penghargaan sebagai Tim Inspiratif dalam ajang Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, kepada Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, di Plaza BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa lalu, 27 Oktober 2026. 

Menko PM Muhaimin Iskandar mengungkapkan, ukuran keberhasilan program pemberdayaan terletak pada dampak nyata di tengah masyarakat, bukan pada besaran lembaga atau anggaran yang dikucurkan. 

"Bukan yang paling besar lembaganya, bukan yang paling mahal anggarannya. Tetapi yang paling kita harapkan dan kita nilai adalah siapa yang dampaknya nyata dan bisa dibuktikan," kata Muhaimin dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 30 Oktober 2026.  

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah mendorong transformasi pembangunan nasional dari orientasi bantuan sosial menuju pemberdayaan agar masyarakat dapat berperan sebagai subjek yang mandiri dan produktif. 

Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, mengungkapkan, capaian ini menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus memperluas kontribusi nyata kepada masyarakat.  

Menurutnya, perguruan tinggi harus melampaui batas-batas akademik kampus dengan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial melalui riset dan inovasi. 

"Tentu ini menjadi kebanggaan bersama. Kerja sama harus terus diperkuat untuk menghadirkan program-program nyata dan berdampak yang relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Dwi Cahyo. 

Kepala Pusat Pengembangan Desa dan Daerah (Pusbangdesda) LPPM Unesa, Mufarrihul Hazin, menjelaskan,  penghargaan ini merupakan buah dari konsistensi pengembangan program pemberdayaan yang berkelanjutan.  

Salah satu kekuatan utama yang diunggulkan adalah pengelolaan sekitar 89 desa binaan di luar program KKN, PKM, maupun organisasi kemahasiswaan. 

Program International Community Development (ICD) di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, menjadi salah satu program unggulan yang disorot.  

"Program ini berfokus pada empat pilar utama, yakni pemberdayaan peternak, petani, pemuda, dan perempuan. Selain itu, Unesa juga mengelola Kampung Banjarsari sebagai desa binaan selama empat tahun terakhir melalui penguatan infrastruktur, sektor pertanian, dan fasilitas pendukung," ujar Mufarrihul. 

Sebagai langkah pengembangan ke depan, Unesa menyiapkan program One Faculty One Village yang akan ditingkatkan menjadi One Prodi One Village.  

"Melalui skema ini, setiap program studi akan mendampingi satu desa binaan agar kepakaran dosen terserap langsung oleh potensi dan kebutuhan masyarakat. Unesa juga tengah merancang aplikasi khusus untuk menghubungkan persoalan desa dengan kepakaran dosen secara terpadu," pungkas Mufarrihul.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru