Surabaya, MEMANGGIL.CO - PT PAL Indonesia (Persero) mulai membidik peluang investasi untuk memperbesar kapasitas industri maritim nasional. Tak hanya memamerkan potensi produksi kapal penumpang dan kapal pesiar haji, perusahaan galangan kapal pelat merah itu juga memperkenalkan inovasi kapal selam otonom tanpa awak berbasis kecerdasan buatan (AI).
Inovasi bernama Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT) tersebut menjadi salah satu teknologi unggulan yang disorot PT PAL dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Jakarta, 26–28 Oktober 2026.
Dalam forum bertema Investing in the Future: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth itu, PT PAL mengambil bagian dalam dua sektor strategis, yakni Transportation & Infrastructure serta Advanced Materials & Semiconductors.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan kebutuhan maritim Indonesia membuka peluang besar bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas keterlibatan industri dalam negeri.
“Transformasi PT PAL tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga pada perluasan dampak bagi industri nasional. Besarnya kebutuhan maritim Indonesia membuka peluang bagi kami untuk meningkatkan kapasitas produksi, menghadirkan inovasi, dan memperluas keterlibatan industri dalam negeri,” kata Kaharuddin dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
Kaharuddin menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam diskusi panel bertajuk From Breakthrough to Impact at Scale.
Salah satu sorotan PT PAL dalam forum tersebut adalah pengembangan KSOT. Teknologi ini disebut sebagai hasil transformasi teknologi konvensional dengan memanfaatkan kecerdasan buatan yang dikembangkan anak bangsa.
"Produk ini menjadi bukti keberhasilan PT PAL dalam mentransformasi teknologi konvensional memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) hasil karya anak bangsa," ujar Kaharuddin.
Selain teknologi kapal selam otonom, PT PAL juga memaparkan peluang pengembangan kapal penumpang, kapal pesiar haji, serta armada pendukung distribusi energi dan logistik antarpulau.
Perusahaan berharap forum investasi tersebut dapat mempertemukan kebutuhan industri maritim nasional dengan investor dan mitra strategis. Targetnya, kapasitas produksi meningkat dan rantai pasok dalam negeri semakin kuat.
Kaharuddin menegaskan, investasi maritim tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan kapal. Penguatan industri pendukung, mulai dari penyediaan material, komponen hingga layanan rekayasa, juga harus menjadi bagian dari pengembangan sektor tersebut.
“Semakin besar keterlibatan perusahaan dalam negeri dalam penyediaan material, komponen, dan layanan rekayasa, semakin luas dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi. Bagi PT PAL, kemajuan perusahaan harus berjalan seiring dengan pertumbuhan industri maritim nasional,” pungkasnya.
Editor : Redaksi