Blora, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Blora meminta penjelasan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengenai perkembangan pembangunan Bendungan Cabean dan Bendungan Karangnongko. Untuk membahas persoalan tersebut, Pemkab Blora akan mengundang Kementerian PU bersama balai terkait ke Blora pada 9 Oktober 2026.

Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, yang akrab disapa Gus Arief, mengatakan pertemuan tersebut diperlukan untuk mengetahui secara langsung perkembangan terbaru kedua proyek pemerintah pusat itu.

“Kami ingin tahu progres terakhirnya,” kata Gus Arief, Jumat (2/10/2026). 

Menurutnya, Kementerian PU dan balai teknis perlu memberikan penjelasan mengenai kondisi masing-masing proyek, termasuk pekerjaan yang sedang berlangsung.

“Tanggal 9 kami undang Kementerian PU ke Blora,” ujarnya.

Bendungan Cabean menjadi salah satu proyek yang akan mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut. Pemkab Blora menerima informasi awal mengenai adanya dampak efisiensi anggaran terhadap proyek itu.

“Cabean ini anggarannya kena efisiensi,” kata Gus Arief.

Ia juga menyebut adanya laporan bahwa pekerjaan yang saat ini berjalan nilainya telah melebihi nilai kontrak.

“Yang dikerjakan sekarang sebenarnya melebihi kontrak,” ujarnya.

Gus Arief mengatakan informasi tersebut masih perlu dijelaskan secara resmi oleh Kementerian PU. Pemkab Blora tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum memperoleh keterangan dari pihak yang menangani proyek.

“Untuk lebih detailnya, kita tunggu penjelasan Kementerian PU,” tegasnya.

Selain persoalan anggaran, proses pembebasan lahan Bendungan Cabean juga akan dibahas. Menurut Gus Arief, pengadaan tanah masih berjalan dan perlu diketahui perkembangan serta tahapan penyelesaiannya.

“Pembebasan tanah masih berproses,” katanya.

Penjelasan mengenai hak masyarakat yang terdampak pembangunan juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah.

“Ini termasuk pembebasan tanah yang sekarang sedang berproses,” ujarnya.

Sementara itu, perkembangan Bendungan Karangnongko juga akan dimintakan penjelasan dalam pertemuan tersebut. Pemkab Blora ingin memperoleh informasi mengenai progres dan tahapan pembangunan proyek tersebut.

“Kita akan minta penjelasan soal Cabean dan Karangnongko,” kata Gus Arief.

Kedua proyek tersebut merupakan proyek pemerintah pusat sehingga pelaksanaan teknis pembangunan berada pada Kementerian PU dan balai terkait.

Pemkab Blora menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengawal perkembangan pembangunan Bendungan Cabean dan Bendungan Karangnongko.

Pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada manfaat kedua proyek tersebut bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kebutuhan irigasi, pengelolaan sumber daya air, dan pengendalian banjir.

Pertemuan pada 9 Oktober 2026 mendatang diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai progres pembangunan, anggaran, pembebasan lahan, serta tahapan lanjutan kedua bendungan.