Blora, MEMANGGIL.CO - Stasiun Cepu mencatat lonjakan jumlah pelanggan kereta api sepanjang Januari hingga September 2026. Dalam sembilan bulan, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan kereta api melalui stasiun di Kabupaten Blora tersebut menembus 519.325 orang.

Angka itu melonjak 17,19 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Pada Januari-September tahun lalu, jumlah pelanggan Stasiun Cepu tercatat sebanyak 443.156 orang.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya aktivitas masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi dari dan menuju wilayah Cepu. Dari total 519.325 pelanggan pada 2026, sebanyak 256.781 orang tercatat berangkat dari Stasiun Cepu, sedangkan 262.544 orang tiba di stasiun tersebut.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan peningkatan tersebut menjadi catatan positif bagi operasional layanan kereta api di wilayah Cepu. KAI juga melihat pertumbuhan pelanggan sebagai dorongan untuk terus menjaga kualitas pelayanan.

“Selama Januari hingga September 2026, Stasiun Cepu melayani sebanyak 519.325 pelanggan, dengan rincian 256.781 pelanggan berangkat dan 262.544 pelanggan tiba. Jumlah tersebut meningkat 17,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujar Luqman.

Sebagai pembanding, jumlah pelanggan Stasiun Cepu pada Januari-September 2025 hanya mencapai 443.156 orang. Rinciannya, 220.583 pelanggan berangkat dari Stasiun Cepu dan 222.573 pelanggan tercatat tiba di stasiun tersebut.

Menurut Luqman, kenaikan jumlah pelanggan tersebut memperlihatkan adanya peningkatan pemanfaatan transportasi kereta api untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi KAI untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal seiring bertambahnya pengguna jasa.

“Pertumbuhan pelanggan di Stasiun Cepu menjadi hal positif bagi KAI Daop 4 Semarang sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas pelayanan. Kami berkomitmen memastikan kebutuhan perjalanan pelanggan dapat terlayani dengan baik,” katanya.

Luqman menegaskan peningkatan jumlah penumpang harus dibarengi dengan konsistensi dalam menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan. Kenyamanan pelanggan serta keandalan operasional juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari peningkatan layanan.

“KAI Daop 4 Semarang terus memastikan seluruh aspek pelayanan berjalan sesuai standar, mulai dari pelayanan di stasiun, proses keberangkatan, selama perjalanan, hingga pelanggan tiba di stasiun tujuan. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan perjalanan kereta api,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat, KAI Daop 4 Semarang juga melakukan penguatan kualitas pelayanan di stasiun. Berbagai fasilitas dan kemudahan layanan terus dikembangkan, termasuk pemanfaatan layanan digital untuk membantu pelanggan memenuhi kebutuhan perjalanan.

Pertumbuhan pelanggan Stasiun Cepu juga menjadi sinyal bahwa kereta api masih menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat di wilayah Cepu dan sekitarnya. Dengan tambahan lebih dari 76 ribu pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, KAI dituntut mempertahankan kualitas layanan di tengah peningkatan mobilitas masyarakat.

Luqman pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mempercayakan perjalanan mereka kepada moda transportasi kereta api. Ia memastikan pertumbuhan tersebut akan menjadi dorongan bagi KAI untuk terus memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan andal.

“Terima kasih atas kepercayaan pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi. Pertumbuhan jumlah pelanggan ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus memberikan pelayanan yang aman, nyaman, andal, dan semakin baik dari waktu ke waktu,” pungkas Luqman.