Surabaya, MEMANGGIL.CO - Kondisi korban ledakan ruko Nasi Tempong Sri Dewi di San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, masih mendapat penanganan serius. Dua korban harus dirujuk dari RS Haji Surabaya ke RSUD Dr Soetomo setelah mengalami trauma inhalasi.

Total ada lima korban dalam insiden tersebut. Empat korban sempat menjalani perawatan di RS Haji, sementara satu korban lainnya dirawat di rumah sakit berbeda.

Humas RS Haji Jatim, Masrur Binroh, mengatakan empat korban yang dirawat mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan antara 13 hingga 18 persen. Luka bakar tersebut mengenai bagian wajah, leher, dan tangan.

“Ada lima korban, empat yang masuk ke Rumah Sakit Haji,” ujar Masrur, Selasa (6/10/2026).

Menurut Masrur, para korban berusia 19 sampai 30 tahun. Meski mengalami luka bakar, seluruh korban masih dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi.

“Untuk kesadarannya tetap sadar, dua korban laki-laki disiapkan untuk mendapat penanganan lanjutan di RSUD Dr Soetomo,” terang Masrur.

Dua korban lainnya juga mendapat perhatian khusus dan disiapkan untuk menjalani perawatan di ruang ICU. Luka bakar yang mengenai wajah dan leher dinilai memiliki risiko lebih tinggi sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.

“Kalau meliputi wajah sama leher itu kan risiko tinggi,” katanya.

Kelima korban merupakan karyawan restoran Nasi Tempong Sri Dewi. Mereka yakni Windy Pratama (30), Liutami Matul (23), Moch Syofan (19), Kholifa (27), dan Eky (27).

Keluarga dan manajemen restoran turut mendampingi para korban selama menjalani perawatan. Penanganan medis dilakukan sesuai kondisi masing-masing korban.

Polisi Ungkap Dugaan Kebocoran Gas
Di tengah penanganan korban, polisi mulai mengungkap dugaan penyebab ledakan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan seorang koki sempat mencium bau gas saat memasak sekitar pukul 07.00 WIB sebelum ledakan terjadi.

Petugas juga menemukan tiga tabung LPG berukuran 50 kilogram di lokasi. Namun, polisi menyebut tabung tersebut tidak meledak dan dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas.

“Tabungnya tidak meledak, tapi itu diduga karena kebocoran,” jelas Luthfie.

Ledakan tersebut bukan hanya menyebabkan korban luka, tetapi juga merusak bangunan di sekitar lokasi. Sebanyak 41 bangunan terdampak, terdiri dari ruko dan 15 rumah yang berada di bagian belakang.

Lima bangunan mengalami kerusakan parah. Sementara bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan akibat dampak ledakan.

Gegana Pastikan Tak Ada Bahan Peledak

Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandhi memastikan petugas tidak menemukan bahan peledak di lokasi kejadian. Pemeriksaan awal justru mengarah pada dugaan ledakan akibat uap yang mengembang.

“Lebih ke arah ini ledakan sebetulnya BLEVE atau ledakan uap yang mengembang akibat cairan mendidih,” terangnya.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab ledakan tersebut. Sementara itu, para korban masih menjalani penanganan medis di rumah sakit sesuai kondisi masing-masing.