Blora, MEMANGGIL.CO - Kabar baik bagi pelajar dan orang tua di Kabupaten Blora. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora meluncurkan layanan bus sekolah gratis untuk membantu perjalanan siswa sekaligus menekan penggunaan sepeda motor pribadi oleh anak-anak yang belum cukup umur untuk berkendara.

Bupati Blora H. Arief Rohman, yang akrab disapa Gus Arief, meluncurkan layanan Angkutan Antar Jemput Pelajar di halaman Kantor Bupati Blora, Rabu (28/10/2026). Pada tahap awal, layanan ini direncanakan melayani koridor Blora–Kunduran dengan jarak tempuh sekitar 26 kilometer pulang-pergi.

Bus sekolah tersebut diharapkan menjadi alternatif transportasi yang lebih aman bagi siswa, terutama mereka yang selama ini menghadapi kendala jarak dan biaya perjalanan menuju sekolah.

“Peluncuran layanan bus sekolah ini bukan sekadar menghadirkan armada kendaraan, melainkan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam memberikan pelayanan publik yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Gus Arief.

Menurutnya, akses transportasi yang aman merupakan bagian penting dalam mendukung pendidikan. Karena itu, layanan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus membangun kebiasaan tertib berlalu lintas sejak dini.

Bus Mulai Jemput Pukul 05.00, Ini Rute Awalnya

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Pujiariyanto, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Sunyoto, menjelaskan bahwa koridor awal menghubungkan Desa Gagakan, Kecamatan Kunduran, dengan sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Blora.

Armada dijadwalkan mulai bersiap dan melakukan penjemputan pada pukul 05.00 WIB. Sementara layanan perjalanan pulang dari wilayah Blora menuju Gagakan dijadwalkan pada pukul 15.30 WIB.

Bus memiliki kapasitas 25 tempat duduk dan dilengkapi dua petugas pendamping untuk mendukung pelayanan serta keselamatan siswa selama perjalanan. Waktu tempuh diperkirakan sekitar 45 menit dalam kondisi lalu lintas normal.

Sunyoto mengatakan program bus sekolah gratis juga ditujukan untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi oleh pelajar, terutama mereka yang belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Dengan adanya bus sekolah gratis ini, diharapkan semakin banyak pelajar yang memanfaatkan transportasi yang aman dan berkeselamatan, sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor sendiri oleh anak-anak yang belum memenuhi persyaratan berkendara,” jelasnya.

Selain koridor Blora–Kunduran, Dinrumkimhub berharap layanan dapat diperluas ke rute Blora–Cepu, Blora–Rembang, dan Blora–Randublatung. Namun, perluasan masih bergantung pada ketersediaan anggaran dan jumlah armada.

Gus Arief meminta pengelola memastikan kendaraan laik jalan, pengemudi kompeten, jadwal berjalan tertib, serta keamanan siswa saat naik dan turun dari bus. Evaluasi juga diperlukan untuk memantau operasional armada dan kebutuhan pengguna.

Dengan layanan ini, Pemkab Blora berharap siswa memiliki pilihan transportasi yang lebih terjangkau dan aman, sementara orang tua mendapat alternatif untuk mendukung perjalanan anak ke sekolah.