Kronologi Penembakan Kantor MUI Pusat, Pelaku Dinyatakan Wafat

Reporter : Ma'rifah Nugraha
Anggota polisi memasang garis polisi di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa, (2/5) (Memanggil.co/Antara)

MEMANGGIL.CO - Sebuah insiden penembakan terjadi di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, di Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (2/5).

Melansir dari Antara, pelaku tewas usai melakukan penembakan. Begini kronologi peristiwa tersebut.

Pelaku datang siang hari

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto mengatakan kejadian bermula saat pelaku memaksa bertemu pimpinan MUI di kantor pada sekitar pukul 11.24 WIB.

Baca juga: Inovasi Material Maju ITS, Dari Eceng Gondok Jadi Superkapasitor 10 Ribu Kali Lebih Kuat

Pihak keamanan internal MUI sempat menginterogasi pelaku yang memaksa bertemu pimpinan tanpa alasan.

Lepaskan tembakan air soft gun

Setelah tak diperbolehkan menemui pimpinan MUI, pelaku melepaskan tembakan dengan air soft gun. Akibatnya, dua staf MUI terluka karena terkena serpihan kaca dan gesekan peluru.

Usai penembakan, pelaku mencoba melarikan diri. Namun, ia berhasil diringkus oleh petugas keamanan dalam atau pamdal MUI.

Pelaku pingsan

Setelah dikejar dan berhasil ditangkap oleh petugas keamanan, pelaku pingsan. Kemudian, pelaku dibawa ke markas polsek terdekat.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Tarif Listrik PLN Tidak Naik Hingga September 2026

"Dikejar dan diamankan. Saat diamankan, beberapa saat tersangka ini pingsan," ucap Karyoto.

Pelaku dinyatakan wafat

Setelah itu, polisi membawa pelaku ke Puskesmas Menteng untuk mendapatkan perawatan. Namun, dokter menyatakan pelaku meninggal dunia.

"Pada saat diperiksa oleh dokter puskesmas, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," ujar Karyoto.

Baca juga: BRIN Dorong Perguruan Tinggi Masuk Era Innovation-Driven Economy, Umsura Jadi Contoh

Ia menuturkan kepolisian belum bisa mengonfirmasi identitas pelaku. Namun, polisi telah memegang KTP pelaku yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Kami akan berkomunikasi dengan Polda Lampung arena yang bersangkutan ber-KTP domisili Lampung. Anggota kami akan segera ke Lampung berkoordinasi," katanya.

Editor : Ma'rifah Nugraha

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru