Perjuangkan Upah Layak, Buruh Konstruksi Bojonegoro Dirikan Serikat

memanggil.co
Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI) Bojonegoro (Memanggil.co/Ist)

MEMANGGIL.CO - Puluhan buruh konstruksi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendirikan Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI) Bojonegoro, sebagai langkah untuk memperjuangkan perbaikan lingkungan kerja dan peningkatan upah sektoral yang lebih layak.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperjuangkan hak-hak buruh konstruksi di daerah tersebut.

Baca juga: KKN-PAR STAI Al Anwar Rembang Dorong Sale Pisang Jadi Produk Unggulan Desa Bondol Bojonegoro

Pendirian SBKI Bojonegoro diumumkan dalam rapat yang berlangsung di Dusun Sambong, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Minggu (26/01/2025).

Dalam acara tersebut, Arif Rahmanto terpilih sebagai ketua pertama SBKI Bojonegoro. Arif menyatakan bahwa tujuan utama dari serikat ini adalah untuk memperjuangkan kesejahteraan buruh dan mewujudkan tatanan masyarakat yang adil, makmur, serta inklusif dalam lingkungan yang lestari dan berkelanjutan.

Baca juga: Pengurus NU Sulawesi Soroti Kemandirian Jam’iyah, Gus Rozin Tawarkan Poros Tengah hingga Penguatan Pesantren

"Kami bertekad untuk memperjuangkan hak-hak kami sebagai buruh konstruksi. Kami ingin memiliki lingkungan kerja yang aman dan sehat, serta upah yang layak," ujar Arif Rahmanto, ketua terpilih SBKI Bojonegoro.

Dengan didirikannya SBKI Bojonegoro, diharapkan dapat tercipta kondisi kerja yang lebih baik serta kesejahteraan yang lebih terjamin bagi para buruh konstruksi di wilayah tersebut.

Baca juga: Gus Rozin di Hadapan PWNU-PCNU Riau dan Kepri: NU Harus Kuat di Internal, Kokoh di Pesantren, Kritis ke Pemerintah

Dikatakan, Serikat ini juga memiliki tujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja, mempromosikan kesejahteraan pekerja, serta menjadi jembatan komunikasi antara buruh, pengusaha, pemberi kerja, pemerintah, akademisi, dan media massa.

"Kami berharap SBKI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan pemberi kerja konstruksi, dalam membangun hubungan industrial yang lebih harmonis dan meningkatkan kualitas hidup buruh konstruksi, baik yang bekerja secara formal maupun informal," ujarnya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru