Grobogan, MEMANGGIL.CO –Kelompok Tani Hutan (KTH) Mekar Jaya menggelar kegiatan penanaman pohon skala besar di lahan Blok Ngrapah, Desa Prigi, Kecamatan Ngombak, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (4/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Sumber Rejeki ini mengusung tema “Hijaukan Bumi, Lestarikan Kehidupan untuk Membangun Kemandirian”.
Tema tersebut menjadi cerminan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga sekitar kawasan hutan.
Penanaman pohon ini dihadiri langsung oleh Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, bersama Ibu Catur Endah Prasetiani P., S.Si., M.T., Direktur Jenderal Perhutanan Sosial. Turut hadir jajaran pemerintah daerah, mitra kerja, serta seluruh elemen masyarakat setempat.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menegaskan komitmen bersama dalam mengelola kawasan hutan seluas 593 hektar secara optimal, lestari, dan berkelanjutan.
Penanaman Pohon, Investasi Masa Depan
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon secara simbolis di area yang telah disiapkan. Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata yang memiliki dampak jangka panjang.
“Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi berharga," ungkapnya.
Ia menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi modal sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Tema kemandirian sangat relevan, karena tujuan utama perhutanan sosial adalah melahirkan masyarakat yang sejahtera dan mampu mengelola hutan secara lestari.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Dukungan terhadap program perhutanan sosial di wilayah ini terlihat dari keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Balai PS Perhutanan Sosial, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I Grobogan, hingga Yayasan Lumbung Madani Indonesia.
Hadir pula Camat Ngombak, Kepala Desa Prigi, perwakilan Koramil dan Polsek, serta seluruh anggota KTH Mekar Jaya sebagai aktor utama pengelolaan kawasan hutan.
Ketua Yayasan Lumbung Madani Indonesia, Syukur Shondhey, menekankan pentingnya dialog terbuka yang dilakukan usai kegiatan penanaman.
“Ramah tamah dan ngobrol bareng menjadi ruang penting untuk menyelaraskan kebijakan dengan kondisi di lapangan. Di sinilah aspirasi, tantangan, dan harapan kelompok tani serta masyarakat bisa didengar dan dicarikan solusi bersama,” ujarnya.
Hutan Subur, Rakyat Makmur
Sementara itu, Ketua KTH Mekar Jaya, Suparno, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini semakin memupuk kesadaran dan semangat anggota kelompok dalam mengelola kawasan hutan.
“Dengan dukungan Kementerian Kehutanan dan seluruh pihak, kami berharap kawasan 593 hektar ini tidak hanya lestari secara ekologis, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
"Cita-cita kami sederhana namun besar, yakni Hutan Subur, Rakyat Makmur,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan optimisme dan komitmen bersama untuk terus bergandengan tangan menjaga kelestarian hutan, sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekitar secara berkelanjutan.
Editor : Abdul Rohman