Rembang, MEMANGGIL.CO - Tradisi khas Ramadan, thong-thong lek, dipastikan kembali digelar di Kabupaten Rembang pada 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tetap mempertahankan konsep keliling yang selama ini menjadi ciri utama pagelaran tersebut.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menyampaikan bahwa pelaksanaan thong-thong lek direncanakan pada 17 Maret 2026.
Menurutnya, pola arak-arakan keliling dinilai mampu menghadirkan kemeriahan sekaligus menjangkau masyarakat lebih luas.
“InsyaAllah tetap keliling. Tahun kemarin kita sudah mengadakan keliling, tahun ini juga kembali digelar. Untuk rutenya masih dalam pembahasan, tapi kemungkinan besar masih sama seperti tahun kemarin,” ujarnya, ditulis Selasa (24/2/2026).
Hanies menegaskan, thong-thong lek bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan bagian dari warisan budaya yang telah melekat dalam tradisi Ramadan masyarakat Rembang.
Ia memastikan, konsep pertunjukan tetap mengedepankan unsur tradisional. Alat musik sederhana dan kreativitas warga menjadi kekuatan utama, tanpa dominasi peralatan elektrik atau sentuhan modern berlebihan.
“Pertimbangan kami menggelar thong-thong lek ini karena merupakan warisan budaya dan tradisi Ramadan di Kabupaten Rembang yang harus kita lestarikan bersama. Kita tetap mengutamakan konsep tradisionalnya,” imbuhnya.
Dengan kembali digelarnya thong-thong lek, Pemkab Rembang berharap tradisi tersebut semakin mempererat kebersamaan warga sekaligus menjadi ruang ekspresi kreativitas masyarakat selama bulan suci Ramadan.