Cerita Aurelie Moeremans Kembali Diusik Usai Rilis Buku 'Broken Strings', Singgung Masa Lalu Pahit

Reporter : Nur Laili Khoirunnisa
novel broken strings

Jakarta, MEMANGGIL.CO - Aktris Aurelie Moeremans membawa kabar kurang menyenangkan setelah merilis buku memoarnya yang berjudul Broken Strings. Melalui buku tersebut, Aurelie membagikan kisah perjuangannya bangkit dari pengalaman pahit sebagai korban grooming dan kekerasan di masa remaja.

Namun, alih-alih mendapatkan ketenangan setelah berbagi cerita, Aurelie mengaku kembali diganggu oleh pihak-pihak tertentu yang merasa tersindir dengan isi buku tersebut.

Cerita Tanpa Nama yang Berujung Usikan

Aurelie menegaskan bahwa dalam buku Broken Strings, dirinya sama sekali tidak mencantumkan nama spesifik atau berniat menyerang pihak mana pun. Buku tersebut murni ditulis sebagai bentuk edukasi dan cara bagi dirinya untuk sembuh dari trauma masa lalu (healing).

"Buku ini ditulis tanpa menyebut nama, tidak untuk menyerang siapa pun," ujar Aurelie dalam keterangannya baru-baru ini.

Meski demikian, Aurelie mengungkapkan ada pihak yang merasa tidak nyaman dan justru kembali mengusiknya.

Hal ini disayangkan mengingat tujuan awal perilisan buku yang dibagikan secara gratis tersebut adalah untuk memberi kekuatan bagi sesama penyintas kekerasan.

Kilas Balik Trauma dan Dugaan Grooming

Dalam memoar tersebut, Aurelie menggambarkan secara emosional bagaimana ia mengalami manipulasi, ancaman, hingga kekerasan fisik dan mental saat dirinya baru berusia 15 tahun.

Pelaku diduga melakukan tindakan grooming—sebuah upaya membangun ikatan emosional untuk memanipulasi dan mengeksploitasi anak di bawah umur.

Kisah dalam buku ini secara tidak langsung mengingatkan publik pada masa lalu Aurelie dengan mantan pasangannya, musisi Roby Tremonti. Keduanya diketahui pernah menjalani hubungan yang penuh kontroversi.

Aurelie dan Roby dikabarkan sempat menikah pada tahun 2011 saat Aurelie baru menginjak usia 18 tahun. Pernikahan tersebut dilakukan tanpa restu orang tua dan tidak tercatat secara resmi oleh negara. Dalam pengakuan sebelumnya, Aurelie menyebut pernikahan itu terjadi karena adanya paksaan dan ancaman.

Respons Berlawanan: Dukungan Publik vs Tudingan Fitnah

Sejak buku tersebut viral, gelombang dukungan dari netizen dan sesama rekan artis terus mengalir untuk Aurelie. Banyak yang mengapresiasi keberaniannya menyuarakan isu grooming yang sering kali masih dianggap tabu.

Di sisi lain, pihak Roby Tremonti memberikan respons berbeda. Roby mengeklaim bahwa dirinya menerima banyak komentar miring dan fitnah setelah buku tersebut dirilis. Ia menuding ada upaya sistematis untuk menjatuhkan reputasinya melalui narasi-narasi yang beredar.

Hingga saat ini, Aurelie Moeremans memilih untuk tetap fokus pada pesan positif dari bukunya dan tidak ingin terjebak dalam perseteruan terbuka.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru