Bupati Arief Rohman Dorong Sinergi Seniman dan Pemerintah dalam FGD Budaya Blora

Reporter : Redaksi
Bupati Blora, H. Arief Rohman, ketika menyampaikan paparannya dalam Forum Group Discussion (FGD) Budaya Blora. (Foto: Bupati Arief Rohman)

Blora, MEMANGGIL.CO - Bupati Blora, H. Arief Rohman menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blora dalam memajukan kebudayaan daerah melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Budaya Blora yang diselenggarakan oleh Langgeng Culture Center, dipimpin Sanavero, sebagai ruang diskusi dan pertukaran gagasan antara seniman, budayawan, akademisi, dan pemerintah daerah.

FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain Dewi Utari, SE., CNLP. dari Malang, Dr. Yanu E. Prasetyo dari Jakarta, serta Totok Supriyatno, S.Ars., praktisi budaya asal Blora.

Hadir pula Ketua Dekranasda Kabupaten Blora, Bunda Ain, jajaran Dinas Kebudayaan, Ketua Dewan Kebudayaan, serta komunitas seniman dan budayawan dari berbagai wilayah di Blora.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Arief menilai FGD Budaya Blora sebagai langkah strategis untuk menggali potensi budaya lokal yang tersebar di desa-desa, sekaligus menyusun arah pemajuan kebudayaan yang terencana dan berkelanjutan.

“Blora memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Banyak tradisi, cerita, dan praktik budaya di desa-desa yang belum terangkat. Melalui forum seperti ini, kita bisa saling berbagi pengalaman dan merumuskan langkah konkret agar budaya Blora semakin dikenal,” ujarnya, ditulis Minggu (18/1/2026). 

Foto bersama dengan Bupati Blora, H. Arief Rohman dalam Forum Group Discussion (FGD) Budaya Blora. (Foto: Bupati Arief Rohman)

Ia menekankan pentingnya sinergi antara seniman, budayawan, akademisi, dan pemerintah daerah agar pemajuan kebudayaan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Pemajuan kebudayaan tidak bisa dikerjakan oleh pemerintah saja. Harus ada kolaborasi. Seniman dan budayawan adalah aktor utamanya, pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan menyinergikan dengan kebijakan daerah,” tegasnya.

Gus Arief juga menyampaikan harapannya agar FGD Budaya Blora menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti oleh Pemkab Blora, baik dalam bentuk program, event, maupun penguatan ekosistem budaya.

“Kami berharap dari diskusi ini muncul poin-poin rekomendasi yang bisa disinergikan dengan program Pemkab Blora, sehingga pemajuan kebudayaan benar-benar berdampak bagi pelaku budaya dan masyarakat,” lanjutnya.

Dalam forum tersebut, para peserta FGD berbagi pengalaman tentang temuan-temuan unik budaya lokal di berbagai desa yang dinilai potensial untuk dikembangkan menjadi pertunjukan budaya khas Blora.

Potensi tersebut mencakup seni pertunjukan, tradisi lisan, hingga praktik budaya berbasis kearifan lokal.

Lebih lanjut, Gus Arief menegaskan bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dari identitas daerah sekaligus aset pembangunan.

“Budaya adalah jati diri. Jika kita rawat dan kembangkan dengan baik, budaya bisa menjadi kekuatan sosial, ekonomi, bahkan pariwisata bagi Blora,” pungkasnya.

FGD Budaya Blora ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan jejaring budaya di Kabupaten Blora serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Blora yang berbudaya, maju, dan berkelanjutan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru