Semarang, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintensifkan operasi modifikasi cuaca di tiga wilayah rawan bencana Jepara, Kudus, dan Pati sebagai langkah antisipasi banjir dan cuaca ekstrem.
Operasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 20 Januari 2026, di tengah prediksi curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi pada Januari–Februari 2026.
Modifikasi cuaca adalah upaya rekayasa atmosfer melalui penyemaian awan untuk mengatur distribusi hujan agar tidak turun secara ekstrem di satu titik, sehingga mampu mengurangi potensi banjir besar.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi tanggap darurat cuaca ekstrem yang dilakukan Pemprov Jateng bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait.
Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen menjelaskan, operasional modifikasi cuaca dilakukan di tiga kabupaten yang berisiko tinggi dampak hujan lebat akibat arah angin dan pola awan. Kegiatan telah berlangsung sejak pertengahan Januari 2026.
“Hingga tanggal 20 Januari, kita lakukan penyemaian awan di Jepara, Kudus, dan Pati sebagai ikhtiar mengatur pola hujan agar tidak terkonsentrasi di satu wilayah,” ujarnya saat menghadiri acara di Kabupaten Kendal, ditulis Minggu (18/1/2026).
Modifikasi cuaca ini dilakukan dengan menggunakan helikopter khusus untuk menyemai awan di titik-titik rawan.
Langkah ini diharapkan bisa membantu mengurangi intensitas hujan deras yang diperkirakan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan, sekaligus memberikan waktu bagi fasilitas mitigasi banjir untuk berfungsi optimal.
Respons Pemerintah dan Masyarakat
Wagub Taj Yasin menegaskan bahwa modifikasi cuaca bukan satu-satunya solusi. Namun, ini merupakan suatu ikhtiar teknis jangka pendek yang perlu diikuti dengan upaya siaga banjir, kesiapan masyarakat, dan mitigasi risiko bencana.
“Iktiar teknis seperti modifikasi cuaca perlu diiringi doa dan kewaspadaan seluruh masyarakat di wilayah rawan,” ujar Wagub.
BMKG sendiri menyampaikan bahwa curah hujan di Jawa Tengah masih berfluktuasi dan berpotensi memicu genangan air di daerah rendah serta banjir di kawasan hilir sungai.
Dengan kolaborasi data BMKG dan modifikasi cuaca, pemerintah berharap distribusi hujan bisa lebih terkendali.
Dampak dan Tujuan Modifikasi Cuaca
Modifikasi cuaca yang dilakukan tidak hanya fokus mengurangi intensitas hujan di wilayah sasaran. Secara strategis, operasi tersebut bertujuan untuk:
- Mengurangi risiko banjir bandang di permukiman rawan banjir.
- Memberi ruang bagi sungai dan saluran drainase bekerja normal.
- Menekan potensi tanah longsor di wilayah perbukitan akibat hujan berkepanjangan.
- Memberi waktu bagi perbaikan infrastruktur pendukung mitigasi bencana.
Waspada Cuaca Ekstrem Januari–Februari 2026
BMKG memprediksi fenomena cuaca ekstrem masih dapat terjadi pada periode Januari–Februari 2026, yang berdampak pada fluktuasi curah hujan di wilayah Jawa Tengah.
Dengan kondisi seperti itu, operasi modifikasi cuaca yang dilakukan hingga 20 Januari dipandang sebagai langkah respons cepat yang penting.
Bagi warga Jepara, Kudus, dan Pati, pemerintah menghimbau agar tetap siaga terhadap potensi banjir, genangan air, dan perubahan cuaca cepat, serta selalu mengikuti informasi atau peringatan dini dari BMKG maupun instansi penanggulangan bencana setempat.
Editor : Redaksi