OJK Jatim Sebut Sektor Keuangan 2025 Solid, Modal Kuat Tatap 2026

Reporter : Adji
Ilustrasi logo OJK.(Memanggil.co/Ist)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di wilayahnya tetap terjaga kokoh hingga November 2025. 

Untuk itu, kinerja positif ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi Jatim menyongsong tahun 2026.

Kepala OJK Jatim, Yunita Linda Sari mengatakan penguatan terjadi secara menyeluruh di sektor perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan nonbank (IKNB).

Pertumbuhan paling signifikan terlihat pada sektor Pasar Modal. Nilai transaksi saham di Jawa Timur melonjak tajam hingga 107,70% (yoy) dengan total mencapai Rp.51,84 triliun. Jumlah investor juga meningkat pesat, di mana SID saham tumbuh 33,15% menjadi 1,1 juta investor.

Di sisi lain, masih kata Yunita, pada  sektor Perbankan tetap menjadi pilar utama dengan likuiditas yang sangat memadai.

"Penyaluran kredit mencapai Rp.623,08 triliun (tumbuh 2,29% yoy).Sedangkan untuk Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 4,49% menjadi Rp.826,88 triliun," ungkap Yunita, ditulis Rabu (28/1/2026). 

Sementara pada kualitas kredit, Yunita menyebut rasio NPL net terjaga rendah di level 1,53�ngan CAR (modal) kuat sebesar 31,02%.

Meskipun terdapat tekanan musiman menjelang Natal dan Tahun Baru, inflasi Jawa Timur pada Desember 2025 tetap terkendali pada angka 2,93% (yoy), masih dalam rentang sasaran nasional.

Kepala OJK Jatim itu juga membeberkan, bahwa pada sektor keuangan digital telah menunjukkan tren normalisasi yang sehat. 

Yunita juga menyampaikan, untuk Fintech P2P Lending mencatat 17 juta peminjam dengan outstanding pembiayaan sebesar Rp.11,23 triliun. 

Sementara itu, aset pergadaian swasta melesat 50,21%, menandakan tingginya minat masyarakat pada pembiayaan mikro.

Guna menjaga kepercayaan publik, OJK Jatim sepanjang 2025 telah menangani 1.066 pengaduan konsumen dan melayani lebih dari 48 ribu permintaan data SLIK.

Program edukasi juga digencarkan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang menjangkau 1,4 juta peserta.

"OJK optimis, dengan sinergi TPID dan TPAKD, sektor keuangan Jawa Timur siap menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Yunita. 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru