ASIDEWI dan Bimasakti Peduli Negeri Hadirkan Learning Center Desa Wisata di Mojokerto

Reporter : Siswoyo Zies
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Wiwin Isnawati Sumrambah.(Zies/Memanggil.co)

Mojokerto, MEMANGGIL.CO – Upaya penguatan pariwisata desa berbasis kerakyatan di Jawa Timur kembali menunjukkan langkah konkret. Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) resmi meluncurkan ASIDEWI Learning Center sekaligus mengukuhkan kepengurusan ASIDEWI Kabupaten Mojokerto periode terbaru, Kamis (29/1/2026) sore. Peluncuran tersebut berlangsung di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Peluncuran ASIDEWI Learning Center menjadi istimewa karena merupakan hasil kolaborasi strategis antara ASIDEWI dengan Yayasan Bimasakti Peduli Negeri. Kolaborasi ini dinilai sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.

ASIDEWI Learning Center dirancang sebagai pusat pembelajaran dan pelatihan bagi para pengelola desa wisata. Fungsinya tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pengelolaan desa wisata semakin profesional, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Wiwin Isnawati Sumrambah, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ASIDEWI. "Menurutnya, keberadaan learning center menjadi langkah maju dalam menjawab tantangan pengelolaan pariwisata desa di era digital,"ungkapnya.

Wiwin menilai, saat ini pelaku pariwisata desa dituntut untuk memiliki kompetensi yang terstandar dan diakui secara nasional. Melalui pusat pembelajaran ini, pengelola desa wisata dapat memperoleh edukasi yang terarah, termasuk sertifikasi uji kompetensi, sehingga nilai tawar desa wisata dapat meningkat.

Selain itu, ia juga menyoroti peran Yayasan Bimasakti Peduli Negeri yang turut ambil bagian dalam mewujudkan learning center tersebut. Kolaborasi ini dinilainya sebagai praktik baik partisipasi masyarakat yang sejalan dengan semangat Corporate Social Responsibility (CSR).

Menurut Wiwin, kontribusi nyata bagi pembangunan tidak selalu harus datang dari perusahaan besar. Dukungan fasilitas, penyediaan tempat, maupun keterlibatan langsung kelompok masyarakat yang terorganisir justru dapat menjadi pemantik lahirnya gerakan pemberdayaan yang lebih luas.

Selama ini, salah satu persoalan utama yang dihadapi desa wisata adalah lemahnya manajemen dan keterbatasan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi persaingan global. "Kehadiran ASIDEWI Learning Center diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut melalui pendampingan yang berkelanjutan,"tambahnya.

Dengan adanya pusat pelatihan ini, para pengelola desa wisata diharapkan memiliki standar kompetensi yang jelas, mampu mengelola keuangan dan operasional secara profesional, serta cakap memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran dan peningkatan layanan wisata.

Sebagai wakil rakyat, Wiwin menegaskan komitmennya untuk mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar melihat inisiatif ASIDEWI Learning Center sebagai peluang strategis dalam pengembangan desa wisata. Ia menilai, pendampingan tidak selalu berbentuk pembangunan fisik, melainkan juga investasi jangka panjang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Ke depan, kolaborasi antara organisasi masyarakat, legislatif, dan pemerintah diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata desa, sekaligus mendorong desa wisata di Jawa Timur agar semakin mandiri dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global,"pungkasnya.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru