Blora, MEMANGGIL.CO - Lonjakan harga emas global dalam beberapa waktu terakhir mendorong meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas, termasuk melalui platform digital.
Di tengah kemudahan transaksi dan iming-iming keuntungan cepat, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada karena setiap pilihan investasi selalu memiliki risiko.
Sekilas, dunia internasional baru-baru ini dikejutkan oleh kasus di China. Salah satu aplikasi jual beli emas digital bernama Jie Wo Rui di Shenzhen dilaporkan gagal mencairkan dana dan emas milik investor.
Ratusan pengguna mendatangi kantor perusahaan tersebut untuk menuntut pengembalian dana, setelah mendapati saldo mereka tidak bisa ditarik meski harga emas sedang tinggi. Kasus ini menjadi pengingat bahwa investasi emas digital tanpa pengawasan ketat berpotensi menimbulkan kerugian besar.
Di Indonesia sendiri, tren emas digital juga terus meningkat seiring kemudahan akses melalui aplikasi. Namun, para ahli keuangan mengingatkan agar masyarakat tidak hanya tergiur kepraktisan, melainkan juga memahami kelebihan dan kekurangannya secara matang.
Keuntungan Menyimpan Emas Digital
• Modal terjangkau dan praktis: emas digital memungkinkan pembelian dengan nominal kecil, bahkan mulai dari puluhan ribu rupiah, sehingga lebih inklusif bagi masyarakat luas.
• Transaksi cepat dan mudah: proses jual beli bisa dilakukan kapan saja melalui aplikasi tanpa harus datang ke toko emas.
• Minim risiko pencurian fisik: karena tidak disimpan dalam bentuk batangan di rumah, risiko pencurian secara fisik relatif lebih kecil.
• Mudah dipantau: nilai emas dan saldo dapat dipantau secara real time melalui sistem digital.
Kerugian dan Risiko Emas Digital
• Risiko platform bermasalah atau tutup: Jika platform tidak resmi atau tidak diawasi regulator, ada potensi gagal bayar seperti kasus yang terjadi di China.
• Ancaman keamanan siber: haching dan kebocoran data menjadi risiko yang tidak bisa diabaikan.
• Tidak bisa dipegang langsung: emas hanya tercatat secara digital, sehingga sebagian orang merasa kurang aman.
• Biaya tambahan: jika ingin mencetak emas menjadi fisik, biasanya dikenakan biaya tambahan dan selisih harga jual-beli.
Keuntungan Menyimpan Emas Fisik
• Aset nyata dan bisa dipegang: memberikan rasa aman karena emas berada langsung di tangan pemilik.
• Tidak bergantung sistem digital: tidak terpengaruh gangguan aplikasi, internet, atau penutupan platform.
• Privasi lebih tinggi: kepemilikan emas tidak tercatat dalam sistem digital tertentu.
Kerugian Emas Fisik
• Risiko kehilangan atau pencurian: membutuhkan tempat penyimpanan khusus seperti brankas atau safe deposit box.
• Biaya penyimpanan: penyimpanan yang aman sering kali memerlukan biaya tambahan.
• Kurang praktis untuk transaksi cepat: proses jual beli biasanya memerlukan waktu dan kehadiran fisik.
Sebagai kesimpulan, baik emas digital maupun emas fisik memiliki keunggulan dan risikonya masing-masing. Kunci utama bagi masyarakat adalah tidak mudah tergiur keuntungan instan, memilih platform emas digital yang terdaftar dan diawasi OJK, serta mempertimbangkan tujuan investasi dan profil risiko pribadi.
Di era digital seperti sekarang, kehati-hatian menjadi bekal utama. Investasi yang bijak bukan soal ikut tren, melainkan soal memahami risiko dan memilih dengan sadar.
Editor : Redaksi