Aspirasi Penataan Makam Desa Plosorejo Terus Diperjuangkan, Proposal Sudah Dua Kali Diajukan ke Pemkab Blora

Reporter : Nugraheni Tri Cahyaningtyas
Para Perangkat Desa Plosorejo, Banjarejo, Blora ketika ke makam Desa setempat. (Foto: Dok. Pribadi/Memanggilco)

Blora, MEMANGGIL.CO - Aspirasi warga Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, tidak hanya berkutat pada persoalan administrasi pertanahan dan kepastian hukum aset. Aspirasi lainnya, yakni terkait pembangunan pagar di area makam desa. 

Seperti diketahui, kondisi makam desa saat ini perlu mendapatkan perhatian lebih, khususnya terkait perlu adanya pagar makam. Kondisi tersebut dinilai penting demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Menurut warga, makam tidak sekadar berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan religius yang kuat. Oleh karena itu, lingkungan makam desa dinilai perlu ditata agar lebih layak, aman, dan nyaman bagi warga yang berziarah.

Kepala Desa Plosorejo Akhmad Muslih, melalui Sekretaris Desa Plosorejo, Sukisnan, mengatakan bahwa pemerintah desa telah menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan mengajukan proposal pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Blora.

“Terkait pagar makam, kami dari desa sudah mengajukan proposal ke Pemerintah Kabupaten Blora. Pengajuan sudah dilakukan dua kali,” ujar Sukisnan saat diwawancarai Memanggil.co, ditulis Rabu (4/2/2026). 

Ia menjelaskan bahwa pada pengajuan pertama, proposal pembangunan pagar makam belum dapat direalisasikan karena sejumlah pertimbangan kebijakan serta keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten. Meski demikian, pemerintah desa tetap berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Pada pengajuan kedua, pemerintah desa kembali melengkapi dokumen dan menyesuaikan proposal dengan ketentuan yang berlaku. Dari pengajuan tersebut, desa memperoleh respons yang dinilai lebih positif.

“Untuk pengajuan yang kedua, informasinya kemungkinan sudah diterima. Namun sampai sekarang memang belum ada pemberitahuan lanjutan terkait progres atau realisasinya,” jelasnya.

Sukisnan menambahkan, pembangunan pagar sangat dibutuhkan agar area pemakaman lebih tertata dan aman, terutama saat ramai dikunjungi warga pada momen-momen tertentu, seperti menjelang Ramadan, Idul Fitri, maupun tradisi nyadran.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Plosorejo memahami keterbatasan kewenangan desa dalam merealisasikan pembangunan berskala besar. Oleh karena itu, dukungan serta peran Pemerintah Kabupaten Blora tetap menjadi faktor penting dalam realisasi pembangunan tersebut.

“Desa sifatnya mengusulkan dan memperjuangkan aspirasi warga. Keputusan dan realisasinya tentu berada di pemerintah kabupaten, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan skala prioritas pembangunan,” ujarnya.

Meski demikian, Pemerintah Desa Plosorejo menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah desa berharap pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik permukiman, tetapi juga menyentuh fasilitas sosial yang menjadi kepentingan bersama demi terwujudnya pembangunan desa yang lebih merata dan berkelanjutan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru