Bogor, MEMANGGIL.CO - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memaparkan arah kebijakan strategis pemerintah pusat dan daerah sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045 dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Tahun 2026 yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan nasional ke depan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.

“Indonesia harus kuat. Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia. Kita mau menjadi negara maju modern, di mana seluruh rakyat kita mengalami kualitas hidup yang baik,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden merinci sedikitnya enam pilar kebijakan strategis yang menjadi fokus utama pemerintah dalam lima tahun ke depan, mulai dari ketahanan pangan dan energi hingga peran Indonesia di kancah global.

Pilar pertama adalah ketahanan pangan dan energi. Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan melalui peningkatan produksi serta penguatan cadangan pangan nasional.

Selain itu, pemerintah juga mendorong swasembada energi dengan mengoptimalkan sumber energi dalam negeri, mempercepat transisi energi, serta memperkuat kemandirian energi nasional.

Pilar kedua adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pemerintah menargetkan perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran 82,9 juta penerima pada 2026 guna meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Selain itu, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) diperkuat untuk deteksi dini penyakit dan peningkatan layanan kesehatan daerah.

Di sektor pendidikan, pemerintah mendorong penyediaan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin serta percepatan digitalisasi pendidikan, termasuk penggunaan papan tulis interaktif.

Pilar ketiga berfokus pada penguatan ekonomi nasional. Presiden menekankan peran koperasi desa dan kelurahan melalui program Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal.

Hilirisasi sumber daya alam terus didorong untuk meningkatkan nilai tambah dan memperkuat industri nasional. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sate Pak Rizki

Pilar keempat adalah pembangunan berbasis wilayah dan lingkungan. Dalam sektor kelautan, pemerintah menggulirkan program Kampung Nelayan Merah Putih dengan target pembentukan 1.100 kampung nelayan untuk mendorong swasembada protein laut.

Di bidang lingkungan, pemerintah menjalankan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) melalui pelaksanaan 34 proyek waste to energy di 34 kota dengan nilai investasi hampir 3,5 miliar dolar Amerika Serikat, serta penguatan sistem penanganan sampah nasional terpadu.

Pilar kelima menyasar pengentasan kemiskinan. Presiden menekankan pentingnya integrasi bantuan sosial dengan program pemberdayaan ekonomi agar masyarakat miskin tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki akses terhadap peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi.

Sementara pilar keenam adalah politik luar negeri. Presiden menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan memperkuat kerja sama internasional di bidang perdagangan, investasi, dan keamanan guna menjaga kepentingan nasional di tengah dinamika global.

Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan program dan kebijakan dengan arah strategis tersebut.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional hanya dapat dicapai melalui koordinasi yang solid, disiplin anggaran, serta orientasi kebijakan yang berpihak pada rakyat.

Rakornas Pemerintah 2026 ini menjadi momentum awal konsolidasi kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan fondasi Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, dan sejahtera pada 2045.