Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Jepon Serap Aspirasi 25 Desa, Infrastruktur dan Pasar Jadi Prioritas

Reporter : Redaksi
Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Memanggil.co/Ist)

Blora, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kecamatan Jepon menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Blora Tahun 2027 tingkat kecamatan, Kamis (5/2/2026). Forum ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan rencana pembangunan daerah berbasis aspirasi masyarakat.

Musrenbang diikuti perwakilan 25 desa dan kelurahan se-Kecamatan Jepon, yang masing-masing mengajukan satu usulan program paling prioritas. Usulan didominasi sektor infrastruktur dasar, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca juga: Produk Ekraf Blora Tampil di INACRAFT 2026, Gus Arief Dorong Perajin Tembus Pasar Internasional

Plt. Camat Jepon, Andi Nurrohman, menyampaikan bahwa seluruh usulan yang dibahas merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan Musrenbang Desa/Kelurahan.

“Aspirasi ini muncul dari bawah,” ujarnya Andi, panggilannya. 

Ia menegaskan, setiap desa dan kelurahan telah melakukan pemetaan kebutuhan sehingga hanya membawa satu program paling mendesak ke tingkat kecamatan.

“Sudah dipilah sesuai kebutuhan utama,” katanya.

Pada sektor infrastruktur, peningkatan dan pembangunan jalan penghubung antardesa masih menjadi kebutuhan terbesar masyarakat.

Sejumlah ruas jalan yang diusulkan antara lain Seso–Soko, Berumbung–Sumurboto, dan Palon–Turirejo, yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian.

Selain jalan, usulan juga mencakup pelebaran jembatan yang dinilai tidak lagi sebanding dengan volume lalu lintas, di antaranya Jembatan Puledagel - Kawengan, Jembatan Brumbung, dan Jembatan Sumurboto.

“Kapasitasnya belum seimbang,” ujar Andi.

Di sektor ekonomi, masyarakat mendorong penguatan dan revitalisasi pasar rakyat sebagai pusat perputaran ekonomi lokal.

Selain Pasar Sumurboto, warga juga menyoroti potensi Pasar Sonogede di Dukuh Pelem, Kelurahan Jepon, yang dinilai memiliki nilai strategis dan historis untuk kembali diaktifkan.

Baca juga: Polisi Ungkap Gamblang Identitas Maling di Ngronggah, Kunduran, Blora

Salah satu perwakilan warga Kelurahan Jepon, Rasyid, menyampaikan terkait harapannya agar Pasar Sonogede mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Dulu ramai, tapi sekarang sepi,” katanya.

Menurutnya, apabila pasar tersebut kembali dihidupkan dan didukung fasilitas memadai, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat sekitar.

“Ekonomi pasti bergerak,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan pasar dapat membuka peluang usaha bagi pedagang kecil serta menghidupkan aktivitas ekonomi warga.

“Warga butuh ruang jual beli,” ucapnya.

Baca juga: Aspirasi Penataan Makam Desa Plosorejo Terus Diperjuangkan, Proposal Sudah Dua Kali Diajukan ke Pemkab Blora

Sementara itu, di bidang sosial, Musrenbang juga menampung usulan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan keterampilan, seperti membatik, menjahit, dan tata boga, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Supaya warga punya tambahan usaha,” kata Andi.

Andi menambahkan, hingga saat ini capaian pembangunan infrastruktur di Kecamatan Jepon telah mencapai sekitar 73 persen.

Namun demikian, masih dibutuhkan dukungan anggaran lanjutan dari APBD Kabupaten Blora, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maupun sumber pendanaan lainnya.

“Masih perlu dukungan anggaran,” ujarnya.

Seluruh hasil Musrenbang Kecamatan Jepon tersebut selanjutnya akan dibawa ke Musrenbang RKPD Kabupaten Blora sebagai bahan penyusunan program dan kebijakan pembangunan daerah tahun anggaran 2027.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru