Pengembangan Layanan RSUD dr. R. Soeprapto Cepu: Dari Poliklinik hingga Rawat Inap Jiwa

Reporter : Nugraheni Tri Cahyaningtyas
Poliklinik RSUD dr. R. Soeprapto Cepu (Foto: Pribadi/Memanggilco)

Blora, MEMANGGIL.CO - Pengembangan layanan menjadi fokus utama RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Senin (9/2/2026).

Upaya ini dilakukan seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga nyaman, aman, dan manusiawi.

Direktur RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, drg. Wilys Yuniarti, melalui Kabid Penunjang RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, Andi Nurrohman, menjelaskan bahwa salah satu pengembangan dilakukan pada ruang poliklinik.

Jumlah dokter dan layanan fisioterapi yang terus berkembang mendorong perlunya perluasan ruang poliklinik demi kenyamanan pasien dan tenaga medis.

Perluasan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan antrean dan menciptakan suasana pelayanan rawat jalan yang lebih tertib dan kondusif.

Selain itu, RSUD Cepu juga melakukan renovasi Instalasi Bedah Sentral (IBS).

Jumlah ruang operasi yang sebelumnya hanya tiga kini bertambah menjadi enam ruang tindakan operasi, sehingga antrean operasi dapat ditekan secara signifikan.

“Dengan enam ruang operasi, waktu tunggu pasien yang membutuhkan tindakan operasi bisa lebih singkat,” jelas Andi.

Penambahan ruang operasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas layanan bedah dan mempercepat penanganan pasien.

Terobosan paling penting dalam pengembangan layanan tahun 2025 adalah pembangunan ruang rawat inap jiwa, yang menjadi layanan rawat inap kejiwaan pertama di Kabupaten Blora.

Kehadiran layanan ini menandai pencapaian besar RSUD dr. R. Soeprapto Cepu dalam memperluas akses layanan kesehatan mental bagi masyarakat.

Gedung rawat inap jiwa ini dilengkapi sekitar 12 tempat tidur dan digunakan untuk perawatan pasien dengan gangguan kejiwaan dalam durasi maksimal 72 jam sesuai ketentuan.

Layanan ini diperuntukkan bagi pasien yang telah menjalani pemeriksaan di poliklinik dan dinilai membutuhkan perawatan intensif jangka pendek.

Dengan hadirnya rawat inap jiwa ini, masyarakat Blora yang membutuhkan layanan kejiwaan tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah.

Sebelumnya, pasien dengan gangguan kejiwaan sering kali harus dirujuk ke rumah sakit di kabupaten atau kota lain, yang membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga lebih besar bagi keluarga.

Kini, layanan dasar rawat inap kejiwaan dapat diakses lebih dekat, cepat, dan manusiawi di RSUD dr. R. Soeprapto Cepu.

Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.

Selain rawat inap jiwa, RSUD Cepu juga melakukan optimalisasi parkir dengan sistem digital untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Penataan parkir yang lebih tertib dan modern memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik sejak masyarakat memasuki area rumah sakit.

Seluruh pengembangan ini bertujuan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, berkeadilan, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.

Andi menambahkan bahwa pengembangan layanan dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan pasien, kenyamanan lingkungan, serta kesiapan sumber daya manusia.

Manajemen RSUD dr. R. Soeprapto Cepu optimistis bahwa kehadiran layanan rawat inap jiwa ini akan membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Blora.

Dengan fasilitas dan layanan yang terus berkembang, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu menegaskan perannya sebagai rumah sakit rujukan yang responsif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru